Sering Begadang? Waspadai Dampaknya, Kurang Tidur Bisa Mengganggu Fungsi Otak hingga Meningkatkan Risiko Penyakit Jantun

Ilustrasi Tidur
Sumber :
  • Image

VIVA Jakarta – Tidur yang cukup sering kali dianggap sepele di tengah kesibukan dan gaya hidup modern. Banyak orang rela mengurangi waktu istirahat demi menyelesaikan pekerjaan, menikmati hiburan, atau sekadar berselancar di media sosial hingga larut malam. Padahal, kebiasaan kurang tidur dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh, mulai dari penurunan fungsi otak hingga meningkatnya risiko penyakit jantung.

img_title Posisi Tidur yang Baik untuk Jantung, Dokter Jelaskan Cara Tidur yang Lebih Nyaman

Usai menjalani aktivitas yang padat, malam hari memang menjadi waktu favorit untuk bersantai. Tidak sedikit orang memilih menonton film, menyelesaikan serial drama, bermain gim, atau menggulir media sosial sebelum tidur. Sayangnya, aktivitas tersebut kerap membuat seseorang tidak menyadari bahwa waktu tidur terus berkurang.

Kurangnya waktu istirahat bukan hanya membuat tubuh terasa lemas atau mengantuk keesokan harinya. Menurut berbagai penelitian dan pendapat para ahli kesehatan, tidur memiliki peran penting dalam menjaga fungsi organ-organ vital, terutama otak dan jantung.

img_title Studi Jepang Teliti Kualitas Udara Saat Gunakan Produk Tembakau yang Dipanaskan

Kurang tidur berdampak pada kemampuan berpikir

Dilansir Hindustan Times, para ahli neurologi menjelaskan bahwa otak memanfaatkan waktu tidur untuk melakukan proses pemulihan dan membersihkan berbagai zat sisa hasil metabolisme yang menumpuk selama seseorang beraktivitas.

img_title Sering Makan Malam Setelah Jam 9? Dokter Ungkap Kaitannya dengan Kesehatan Jantung

Apabila seseorang mengalami kurang tidur secara terus-menerus atau kualitas tidurnya buruk, proses alami tersebut tidak dapat berlangsung secara optimal. Akibatnya, fungsi kognitif perlahan mengalami penurunan.

Gangguan yang paling sering muncul meliputi sulit berkonsentrasi, menurunnya kemampuan mengingat informasi, serta berkurangnya kemampuan otak dalam memproses dan menyimpan berbagai informasi baru.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur yang tidak teratur bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan daya ingat sejak usia produktif. Artinya, penurunan fungsi kognitif tidak hanya dialami oleh kelompok lanjut usia, tetapi juga dapat terjadi pada orang yang masih muda apabila pola tidurnya terus diabaikan.

Kesehatan jantung ikut terancam

Tidak hanya otak, jantung juga menjadi salah satu organ yang paling terdampak akibat kurang tidur. Saat tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, keseimbangan hormon dan metabolisme menjadi terganggu sehingga memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular.

Halaman Selanjutnya
img_title