KPJ Buka Terobosan Baru, Perawatan Luka Kini Bisa Dipantau dari Jarak Jauh Pakai AI
- Istimewa
VIVA Jakarta - Perawatan luka kini memasuki babak baru seiring semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan. KPJ Health System (KPJHS) memperkenalkan layanan tele wound care berbasis AI yang memungkinkan kondisi luka pasien dipantau dan ditangani dari jarak jauh.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi KPJHS dengan KPJ Healthcare University sebagai bagian dari pengembangan layanan Advanced Wound Care.
Kehadiran teknologi ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, efisien, dan tidak selalu mengharuskan pasien datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Melalui sistem tele wound care, pemantauan kondisi luka dapat dilakukan secara jarak jauh dengan dukungan teknologi AI. Dengan demikian, proses evaluasi kondisi luka pasien dapat dilakukan secara lebih praktis tanpa harus selalu melakukan kunjungan langsung.
Pengembangan layanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi KPJHS dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital ke berbagai bidang pelayanan kesehatan. Kolaborasi dengan KPJ Healthcare University juga memperkuat integrasi antara layanan klinis, pendidikan, penelitian, dan inovasi.
Pusat Unggulan Ortopedi
Terobosan tele wound care berbasis AI tersebut diperkenalkan bersamaan dengan hadirnya Orthopaedic & Rheumatology Centre of Excellence di KPJ Penang Specialist Hospital, Malaysia.
Pusat layanan tersebut menjadi Centre of Excellence (CoE) ketiga di bawah KPJHS. Konsep yang ditawarkan mengintegrasikan berbagai tahapan pelayanan, mulai dari konsultasi, diagnostik, tindakan medis, hingga rehabilitasi dalam satu lokasi.
Kehadiran CoE ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pelayanan klinis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi KPJ dalam membangun pusat rujukan yang menggabungkan layanan kesehatan dengan pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi.
Chairman KPJ Health System Governance Council, Chairman KPJ Healthcare University Sdn. Bhd., sekaligus President & Chief Executive Johor Corporation (JCorp), Datuk Syed Mohamed Syed Ibrahim, mengatakan pengembangan Centre of Excellence diarahkan agar mampu memiliki pengakuan di tingkat internasional.
"Visi kami adalah mengembangkan setiap Centre of Excellence menjadi institusi yang diakui secara internasional melalui penguatan layanan klinis, penelitian, pendidikan, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra," kata Datuk dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2026.