7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Otak dan Mental
- Image
VIVA Jakarta – Kesehatan mental dan otak menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas hidup seseorang. Menjaganya pun tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Berbagai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kemampuan berpikir, konsentrasi, kestabilan emosi hingga kualitas tidur.
Aktivitas sehari-hari sering kali membuat seseorang menghadapi berbagai tekanan, mulai dari pekerjaan, persoalan keluarga hingga tuntutan sosial. Dalam kondisi tersebut, otak terus bekerja untuk memproses informasi dan mengatur respons tubuh terhadap berbagai situasi.
Ketua sekaligus Direktur Grup Neurologi RS Yatharth India Utara, Dr. Kunal Bahrain, mengatakan kondisi otak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Keluhan seperti sulit berkonsentrasi, mudah lupa, kelelahan mental dan emosi yang tidak stabil dapat berkaitan dengan bagaimana seseorang memberikan dukungan terhadap kesehatan otaknya setiap hari.
Dikutip dari Hindustan Times, terdapat sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dimasukkan ke dalam rutinitas harian untuk membantu menjaga kesehatan otak sekaligus mendukung kondisi mental.
Salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan adalah mendapatkan paparan cahaya matahari pada pagi hari. Tidak perlu melakukan aktivitas khusus, seseorang dapat memulainya dengan berjalan kaki sebentar di luar rumah atau menghabiskan waktu di tempat yang mendapatkan cahaya alami.
Paparan cahaya pada pagi hari membantu tubuh mengatur siklus tidur dan bangun. Kebiasaan tersebut juga dapat mendukung kewaspadaan pada siang hari sekaligus membantu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas ketika malam tiba.
Selain itu, seseorang juga perlu memperhatikan cara bekerja atau menyelesaikan aktivitas. Mengurangi kebiasaan multitasking dan fokus pada satu pekerjaan dapat membantu mengurangi beban kognitif.
Ketika seseorang berpindah-pindah perhatian dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain secara terus-menerus, otak harus berulang kali menyesuaikan fokus. Kondisi tersebut dapat membuat pekerjaan menjadi kurang efisien dan membuat rentang perhatian lebih mudah terganggu.
Karena itu, mengerjakan satu tugas hingga selesai sebelum beralih ke pekerjaan berikutnya dapat menjadi kebiasaan sederhana yang membantu menjaga fokus.
Kebiasaan lain yang dapat dicoba adalah menulis dengan tangan. Menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan dapat membantu seseorang mengorganisasi informasi dan memahami perasaan yang sedang dialami.