Malaysia Ketiban Rezeki dari Pasien Indonesia, 970 Ribu Orang Berobat Sepanjang 2025
- Istimewa
VIVA Jakarta - Malaysia semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata medis utama di Asia Tenggara. Lonjakan pasien dari Indonesia jadi salah satu penopang penting pertumbuhan industri layanan kesehatan negara tersebut.
Sepanjang 2025, wisatawan Indonesia tercatat menyumbang sekitar RM2,2 miliar terhadap pendapatan wisata medis Malaysia. Nilai tersebut melonjak 23% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencakup hampir 66% dari total pendapatan industri wisata medis Malaysia.
Tak hanya dari sisi nilai transaksi, jumlah pasien Indonesia yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan di Malaysia juga sangat besar. Lebih dari 970.000 wisatawan kesehatan asal Indonesia tercatat berobat ke Malaysia sepanjang 2025.
Angka tersebut memperlihatkan besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan spesialis di Malaysia.
Sejumlah layanan medis menjadi pilihan utama pasien Indonesia, mulai dari medical check up, gastroenterologi, perawatan kanker, endokrinologi, kardiologi, hingga bedah ortopedi.
Fenomena tersebut juga ikut mendorong pertumbuhan layanan kesehatan di Sarawak, terutama Kuching. Grup layanan kesehatan regional HMI Medical mencatat peningkatan jumlah healthcare travellers dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan publik, jumlah healthcare travellers yang datang ke Sarawak meningkat dari 64.393 orang pada 2023 menjadi 76.796 orang pada 2024. Angka tersebut kembali melonjak hingga menembus lebih dari 104 ribu pasien pada 2025.
Kuching menjadi salah satu wilayah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut. Peningkatan jumlah pasien menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan tersier dan spesialis di Sarawak.
HMI Medical Perkuat Layanan di Kuching
Melihat tren tersebut, HMI Medical menyiapkan pengembangan kapasitas layanan kesehatan melalui kehadiran Regency Specialist Hospital Kuching.
CEO HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks di Sarawak.
“Seiring kebutuhan kesehatan yang semakin kompleks, Sarawak membutuhkan kapasitas yang lebih besar dan kemampuan spesialis yang lebih kuat demi mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Chin Wei Jia dalam keterangannya.
HMI Medical juga memperkuat akses bagi pasien internasional, termasuk dari Indonesia. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki 12 representative offices di Indonesia.