Mengenal Macam-macam Permainan Tradisional Anak Jakarta, Pernah Memainkannya?
- ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
VIVA Jakarta – Sebelum dikenal sebagai kota metropolitan dengan gedung-gedung tinggi, modern dan maju, Jakarta layaknya daerah lain. Di mana warganya memiliki budaya dan tradisi. Termasuk permainan anak-anak.
Beberapa permainan anak Jakarta dahulu seperti adu kembang rumput, goleho, maupun enggrang. Banyak lagi permainan mereka, di mana anak-anak Jakarta dulu mayoritas adalah suku Betawi.
Abdul Chaer, dalam bukunya berjudul "Betawi Tempo Doeloe; Menelusuri Sejarah Kebudayaan Betawi", mengulas permainan anak-anak Jakarta dulu oleh suku Betawi. Dia membatasi hanya diambil sampai tahun 1950-an.
"Setelah era 1950-an, kebudayaan Betawi menjadi tidak utuh lagi karena pendukung kebudayaan itu, yaitu masyarakat Betawi, sudah mulai tercerai berai sebagai akibat dari pembongkaran kampung-kampung Betawi untuk keperluan perluasan kota Jakarta dan penyediaan pemukiman-pemukiman baru seiring penduduk Jakarta yang semakin melimpah oleh pendatang baru ke Jakarta," tulisnya dalam prakata.
Permainan anak-anak Jakarta dulu bahkan bisa dibedakan antara permainan anak laki-laki dan permainan anak perempuan. Apa saja permainan anak laki-laki Jakarta dulu?
Main Adu Kembang Rumput
Dua lidi yang panjangnya 15 cm dipancangkan di tanah dengan jarak sekira 30 cm. Pada ujung atas diberi benang dua helai sejajar dari lidi satu ke yang satunya. Kedua pemain meletakkan kembang rumput di atas benang di dekat tiang secara berlawanan. Batang lidi lalu dipukul dengan lidi lain, atau dijentik dengan jari tangan. Getaran itu membuat kembang rumput bergerak maju sampai bertabrakan. Kemang rumput yang jatuh itulah yang dinyatakan kalah. Tapi kalau keduanya jatuh, tidak ada yang menang.
Main Galeho
Ini permainan tiup seperti terompet. Alatnya dibuat dari batang padi yang dipotong salah satu ruasnya. Potongan itu dibiarkan ada bukunya pada salah satu ujungnya. Dekat buku atau ruas batang padi itu dipijit-pijit sekeliling sampai pecah-pecah. Ujung lain diberi gulungan daun kelapa atau pisang yang makin ke ujung makin besar, membentuk seperti corong. Atau dengan telapak tangan yang digembungkan. Memainkannya dengan cara ditiup.
Main Kuda-kudaan
Kudanya dibuat dari pelepah pisang utuh. Pada pangkalnya, sekira 20 cm, digaris ditekuk ke bawah. Kedua sisinya dibuat dua buah lidah yang membentuk dua kuping kuda. Bagian yang ditekuk itu diikat dengan tali sehingga seperti kepala kuda. Bagian kepalanya dikaitkan dengan tali panjang lalu diikat ke bagian ekor. Pemainnya menunggangi kuda dan talinya disangkutkan ke pundak pemain tersebut.