Haidar Alwi Sebut Tiga Hal ini Jadi Pilar Bangsa Indonesia di Panggung Dunia

Presiden Prabowo dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen
Sumber :
  • Dok. Istimewa

“Memperkuat hubungan dengan tetangga dekat adalah fondasi penting stabilitas kawasan,” tegasnya.

Indonesia juga aktif di panggung multilateral. Pada 6–7 Juli 2025, Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro, Brasil. Indonesia yang baru resmi bergabung sejak Januari 2025 menjadi negara ASEAN pertama di blok ini. 

BRICS kini menyumbang lebih dari 30% PDB global dan 40% populasi dunia.

“Keanggotaan ini memberi ruang bagi Indonesia untuk bersuara lebih lantang tentang tata kelola ekonomi dunia yang adil. BRICS adalah panggung agar kita bicara sebagai subjek, bukan sekadar objek,” tutur Haidar.

Tak berhenti di situ, pada 20 Agustus 2025 Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul datang ke Jakarta untuk menyiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Berlin. Fokus pembicaraan meliputi energi terbarukan, kecerdasan buatan (AI), pangan, hingga program transisi energi JETP.

“Poros hijau–teknologi ini penting agar Indonesia tidak hanya jadi pasar teknologi Eropa, tetapi juga produsen dengan transfer teknologi yang nyata,” ungkap Haidar.

Bagi Haidar Alwi, diplomasi baru bermakna jika hasilnya menyentuh rakyat.