Jakarta Utara Siaga Rob, 199 Pompa Disiapkan Hadapi Cuaca Ekstrem
- Dok. Pemkot Jakut
VIVA Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara terus mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan ancaman rob. Upaya itu dengan melakukan sistem kesiapsiagaan banjir yang diawali Apel Siaga Jaga Jakarta di Gedung Pompa Sunter Selatan, Sunter Jaya, Tanjung Priok.
Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan apel jadi momentum penguatan komitmen seluruh jajaran Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakut. Upaya itu untuk menjaga wilayah pesisir agar tetap aman dari genangan banjir.
Hendra dalam kesempatan itu menyematkan pin Jaga Jakarta kepada perwakilan Pasukan Biru. Penyematan pin itu sebagai simbol kesiapan dan tanggung jawab bersama.
Dijelaskan Hendra, Jakut memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda dibandingkan wilayah lain di DKI. Selain curah hujan tinggi dan limpasan air kiriman, wilayah pesisir juga menghadapi tekanan dari pasang air laut yang bisa memperparah genangan.
“Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh hanya reaktif. Sistem harus berjalan sejak awal, sebelum air naik dan sebelum hujan ekstrem terjadi,” kata Hendra di kutip dari laman resmi Pemkot Jakut, Rabu, 24 Desember 2025.
Pun, dia menuturkan, pengendalian banjir di Jakut bergantung pada tiga pilar Utama. Tiga pilar yaitu kesiapan sumber daya manusia, keandalan infrastruktur pompa, serta dukungan logistik yang memadai.
Kata Hendra, seluruh elemen itu mesti beroperasi secara terpadu dan berkelanjutan selama 24 jam.
“Kita tidak boleh terlambat menyalakan pompa atau kehabisan bahan bakar saat kondisi darurat. Semua harus dipastikan siap sejak awal,” jelas Hendra.
Lebih lanjut, Hendra menambahkan selain aspek teknis, penting juga keselamatan kerja dan kesehatan personel di lapangan. Menurut dia, keberhasilan pengendalian banjir tak hanya diukur dari cepatnya air surut.
Namun, juga dari keselamatan petugas yang menjalankan tugas.
“Penanganan banjir adalah kerja kolaboratif. Bukan hanya tugas satu instansi, tapi membutuhkan peran semua pihak dan kesadaran masyarakat,” ujar Hendra.
Adapun Kepala Suku Dinas SDA Jakut, Heria Suwandi menambahkan jajaran SDA sudah menyiapkan sistem pengendalian banjir berbasis kesiapsiagaan penuh. Dia menyebut sebanyak 75 rumah pompa dengan total 199 unit pompa dan kapasitas 315.900 liter per detik telah dipastikan siap beroperasi.