USBR Tekankan Kompetensi Digital Hadapi Dunia Kerja saat Wisuda 458 Mahasiswanya

Wisuda 458 Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta – Perkembangan teknologi saat ini, menuntut kampus harus adaptasi. Termasuk penguasaan terhadap teknologi digital maupun kecerdasan buatan atau AI. Itu yang didorong Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) kepada para lulusan kampus. USBR mendorong penguatan kompetensi melalui inovasi dan kolaborasi dalam pendidikan tinggi.

img_title BGN Bangun Marketplace Loka MBG, Harga Bahan Pangan Bakal Diatur

 

Komitmen tersebut disampaikan pada saat Wisuda ke-26 USBR yang diikuti 458 mahasiswa di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (31/10/2026). Mengusung tema “USBR Mengabdi”, menjadi momentum kampus untuk menegaskan pentingnya kesiapan para lulusan dalam menghadapi teknologi yang terus berkembang serta kebutuhan dari industri.

img_title Polda Jambi Ungkap 32 Kasus Tambang Emas Ilegal, 71 Orang Jadi Tersangka

 

Rektor USBR, Iman Sampurna, mengatakanmenegaskan bahwa penguasaan terhadap teknologi sangat dibutuhkan. Dengan begitu, lulusan perguruan tinggi dapat beradaptasi dan bersaing dalam dunia kerja. Maka pendidikan harus menyesuaikan método pembelajaran dengan melilhat perkembangan zaman.

img_title STM dan UGM Gelar Pembelajaran Eksplorasi Mineral Berbasis Sampel Deposit Onto

 

Diantaranya yang didorong adalah penggunuaan Artificial Inttelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dalam mengingkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi lulusan.

 

“Melalui kerja sama dan pemanfaatan teknologi AI, diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi serta kompetensi para lulusan sehingga mampu menjawab tantangan zaman, adaptif, dan memiliki daya saing serta reputasi yang baik di dunia kerja,” kata Iman.

 

Perspektif pemanfaatan teknologi pada sektor pendidikan juga disampaikan Wakil Presiden dan Direktur Synapse, Simon Schmidt. Simon dalam paparannya menjelaskan rencana pengembangan ekosistem pendidikan berbasis AI di Indonesia.

 

Jelasnya, teknologi AI dan perangkat pendidikan digital bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan efektivitas belajar mengajar bagi siswa maupun tenaga pendidik. Menurut Simon, teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah substansi kurikulum, melainkan membantu meningkatkan efisiensi penyampaian materi pembelajaran.

 

Bagi USBR, perkembangan teknologi menjadi tantangan dan juga peluang dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kampus diharapkan mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi.

 

Melalui 458 lulusan yang diwisuda, USBR berharap dapat berkontribusi melahirkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.