Soroti Riset Celios soal Setahun Pemerintahan Prabowo, Evident Institute: Cuma Sekadar Gimmick
- Antara
VIVA Jakarta - Laporan yang dirilis lembaga riset Celios soal penilaian setahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka jadi sorotan. Direktur Eksekutif Evident Institute Rinatania Anggraeni Fajriani mengimbau agar masyarakat cermat merespons riset dari Celios.
Menurut dia, saat ini hampir semua orang seolah seperti bisa membuat PDF dengan diberi grafik dan dilabeli skor. Lalu, melontarkan pernyataan bahwa ini merupakan hasil evaluasi ilmiah.
"Padahal, tidak semua yang terlihat ilmiah itu sebetulnya ilmiah. Apalagi didukung estetik laporan yang keren dengan huruf rapi, tabel kinclong dan memakai pilihan kata yang terkesan teknokratis,” kata Rina, sapaan akrabnya, dikutip pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Rina minta masyarakat bisa lebih detail saat membedah laporan Celios yang isinya seolah-olah ilmiah. Tapi, dia menyebut laporan itu sebetulnya sekadar narasi politik karena memberikan persepsi yang tidak netral bahkan mengarahkan.
Bagi dia, strategi manipulasi statistik serupa umum dilakukan oleh beberapa lembaga kajian dalam negeri. Kata dia, sejumlah Lembaga kajian itu gemar menyandarkan diri pada riset seolah-olah serupa 'tukang obat jalanan' dengan retorik yang menghibur audiens.
“Di tengah masyarakat dengan mayoritas masih di tingkat pendidikan menengah, opini dengan bahasa ilmiah ibarat fakta yang sahih. Padahal, untuk mengevaluasi kebijakan yang serius, terdapat standar,” jelas kandidat Doktor dari Universitas Copenhagen itu.
Presiden Prabowo Subianto Rapat Dengan Para Menterinya
- Instagram Sekretaris Kabinet
Lebih lanjut, dia menuturkan dengan perbandingan lembaga kajian internasional seperti Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Bank Dunia (World Bank), Freedom House bahkan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP). Menurut dia, seluruh lembaga itu selalu menampilkan metodologi riset secara lengkap.
Sebab, ia bilang dalam paparan risetnya, lembaga-lembaga internasional itu biasanya mencantumkan metodologi yang digunakan. Selain itu, kombinasi data dan interpretasinya hingga indikator kuantitatif yang memungkinkan pembaca melakukan penghitungan ulang serta penalaran.
Rina mengatakan kepatuhan terhadap metodologi ilmiah ini juga jadi dasar integritas lembaga kajian untuk tidak terpancing sekadar menjual narasi yang menggoda media massa.
Pun, ia membedah laporan satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran yang dilakukan CELIOS. Dari laporan itu diklaim ada evaluasi yang ilmiah dan netral disebutkan menggunakan dua alat berupa panel jurnalis/ dan survei publik secara digital.