Catat Jadwal THR 2026! Ini Batas Cair Jelang Lebaran dan Hari Raya
- VIVA/ pixabay.com/WonderfulBali
VIVA Jakarta - Pekerja atau buruh berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya atau THR jelang hari raya keagamaan. Tak hanya pekerja muslim, THR juga berhak diterima pekerja dari agama lain menyesuaikan hari raya keagamaannya.
Berpedoman Pasal 5 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016, pihak perusahaan wajib bayar THR ke pekerja maksimal paling telat H-7 sebelum hari raya keagamaan.
Pekerja beragama Islam berhak menerima THR dari perusahaan paling lambat H-7 jelang Lebaran Idul Fitri. Dari kalender tahun ini, Hari Raya Idul Fitri diprediksi jatuh pada 21-22 Maret 2026.
Jika prediksi Idul Fitri demikian, THR pekerja muslim bakal cair paling lambat maksimal di kisaran 14-15 Maret 2026.
Berikutnya, perusahaan juga wajib memberikan THR kepada pekerja beragama Kristen Protestan dan Katolik pada Desember. Hal itu menyesuaikan perayaan Natal.
Perayaan Natal selalu diperingati setiap 25 Desember 2026. Maka itu, pekerja beragama Kristen bakal dapat THR paling lambat masuk rekening atau dompet pada 18 Desember 2026.
Selanjutnya, THR untuk pekerja beragama Hindu akan mendapat transferan THR jelang Hari Raya Nyepi. Dari kalender 2026, Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026.
Dengan demikian, THR pekerja beragama Hindu harus dibayarkan paling lambat pada 12 Maret 2026. Selanjutnya, THR pekerja Budha wajib dicairkan perusahaan pada Mei 2026 karena menyesuaikan perayaan Waisak.
Nah, perayayaan keagamaan Hari Raya Waisak jatuh pada 31 Mei 2026. THR yang harus dibayarkan nanti paling lambat pada 23 Mei 2026.
Kemudian, THR untuk pekerja beragama Konghucu bakal dicairkan pada Februari 2026. Sebab, perayaan Imlek bakal jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Maka itu, transferan THR ke pekerja paling lambat 10 Februari 2026. Pekerja beragama Konghucu mestinya sudah bisa senyum karena sudah dapat THR.
Lantas, soal besaran nominal THR yang diperoleh pekerja mengacu Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Merujuk aturan itu, nominal pemberian THR Keagamaan untuk para pekerja tergantung durasi masa kerja.
Jika pekerja sudah lama bekerja minimal 12 bulan atau setahun diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah atau gaji. Adapun, pekerja yang masa kerjanya belum setahun, maka besaran THR yang didapatkan secara proporsional menyesuaikan masa kerja. Untuk rumusan ini menggunakan hitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah.