Kritik Dubes AS, HNW Ingatkan Komitmen RI Dukung Palestina
- Dok. PKS
VIVA Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid alias HNW menyatakan dukungannya terhadap sikap tegas Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menolak dan mengecam pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee. OKI diminta solid dan perkuat solidaritas.
Omongan Huckabee jadi sorotan karena menyebut potensi penguasaan wilayah Israel hingga ke batas antara Sungai Nil dan Sungai Eufrat. Menurut HNW, gagasan itu dinilai provokatif dan berpotensi memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Ia menilai dampaknya tak hanya terbatas pada Palestina. Tapi, juga bisa meluas ke sejumlah negara seperti Mesir, Arab Saudi, Irak, Suriah, Yordania hingga Lebanon.
"Ini juga momentum bagi OKI karena sikap tegasnya itu juga menjadi sikap dari Liga Arab, Liga Muslim se-Dunia, GCC (organisasi Kerja Sama negara-negara Teluk)," kata HNW, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut dia, kondisi itu harus menjadi pengingat bagi OKI untuk memperkuat solidaritas antarnegara anggota. Hal itu penting untuk menjaga kedaulatan wilayah masing-masing, termasuk Palestina, dari ancaman ekspansionisme.
Rakyat Palestina dipaksa mengungsi imbas invasi Israel.
- Akun X UNRWA.es
Selain itu, HNW juga menyoroti bahwa pernyataan Dubes AS Huckabee dinilai bertentangan dengan upaya perdamaian yang tengah dipromosikan Presiden AS Donald Trump. Sebab, Trump sebagai inisiator Board of Peace (BoP).
Ia menilai negara-negara anggota OKI yang tergabung dalam forum tersebut perlu meminta klarifikasi kepada pemerintah AS mengenai sikap resmi yang diambil.
"Bila tetap tidak ada koreksi dan membiarkan pernyataan terbuka Dubes AS itu, maka bisa diartikan bahwa Trump pun sependapat dengan Dubesnya," tutur eks Presiden PKS itu.
Bagi dia, polemik itu malah berpotensi menggagalkan misi BoP. "Dan, potensial menggagalkan misi BoP yang dibentuknya sendiri yakni untuk akhiri perang dan hadirkan perdamaian,” lanjutnya.
Pun, HNW mengingatkan bila pernyataan itu tak segera diklarifikasi, situasi di Timur Tengah berpotensi semakin memanas. Kondisi itu bisa menjauh dari upaya perdamaian yang tengah diupayakan.
Ia juga menilai gagasan mengenai klaim Israel Raya telah lama menuai kritik dari kelompok perlawanan di Gaza dan Palestina.