Prabowo Bicara Impeachment: Ada Mekanismenya, Dengan Baik Dengan Damai
- Istimewa
VIVA Jakarta – Presiden Prabowo Subianto, menjelaskan bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi dalam bernegara. Sehingga, untuk pergantian kepemimpinan di pemerintahan, ada mekanisme yang mengatur itu.
Dijelaskan juga oleh Kepala Negara, sejarah pergantian kekuasaan di Indonesia berlangsung dengan damai.
"Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya, gantilah pemerintah itu," kata Presiden Prabowo, saat Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 8 April 2026.
Untuk mekanisme pergantian tersebut, Prabowo menyinggung mekanisme-mekanisme yang memang diatur dalam konstitusi. Apakah itu melalui pemilihan umum (pemilu) yang digelar lima tahun sekali, termasuk mekanisme impeachment.
"Ada mekanismenya, dengan baik, dengan damai, bisa dengan melalui pemilihan umum tidak ada masalah bisa juga melalui impeachment tidak ada masalah tapi impeachment ya melalui saluran," jelas Presiden Prabowo.
Impeachment memang diatur dalam konstitusi UUD 1945. Ada mekanisme atau saluran dalam prosesnya, yakni DPR RI, Mahkamah Konstitusi hingga MPR RI. Akan tetapi, konstitusi tersebut juga mensyaratkan hal itu bisa dilakukan apabila ada pelanggaran hukum yang dilakukan, serta berbagai syarat lainnya.
Prabowo kemudian menyinggung sejumlah peristiwa sejarah pergantian rezim. Mulai dari era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto, lalu era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pergantian tersebut terjadi dengan situasi negara yang damai.
Untuk itu, Prabowo mengajak semua pihak untuk mempercayai sistem bernegara yang digunakan saat ini, yang dibangun sejak era pendiri bangsa tersebut.
"Jadi saudara-saudara, percayalah kepada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri, percayalah kepada Indonesia," jelasnya.