Modernisasi Pertanian Dinilai Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ketahanan Pangan
- Dok. Ist
VIVA Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Umum GNTI, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa modernisasi pertanian merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Rokhmin saat menghadiri Panen Raya Jagung GNTI 2026 yang berlangsung di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, dikutip Senin 1 Juni 2026.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP sekaligus Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri
- EMedia DPR RI
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadapi tantangan produksi pangan sekaligus meningkatkan daya saing petani di era modern.
“Penggunaan teknologi seperti drone dan combine harvester merupakan bukti bahwa petani Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari budaya pertanian,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004.
Panen Raya Jagung GNTI 2026 menjadi bagian dari upaya organisasi tersebut dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas dan modernisasi sektor pertanian. Kegiatan digelar di lahan jagung produktif yang telah menerapkan berbagai teknologi pertanian modern.
Dalam pelaksanaannya, proses panen dilakukan menggunakan combine harvester yang mampu mempercepat waktu panen, menekan biaya operasional, serta mengurangi kehilangan hasil panen hingga di bawah tiga persen. Sementara pada tahap budidaya, petani binaan GNTI telah memanfaatkan teknologi drone pertanian untuk pemupukan presisi sehingga distribusi pupuk menjadi lebih merata, tepat dosis, dan efisien.
Rokhmin menekankan bahwa konsep ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang layak bagi para petani.
“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga tentang bagaimana petani memperoleh nilai ekonomi yang layak dari hasil usahanya. Oleh karena itu, modernisasi pertanian harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Ia menilai penerapan teknologi pertanian modern dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani.
Panen Raya Jagung GNTI 2026 juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain anggota Komisi IV DPR RI I Ketut Suwendra, anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Hj. Winarti, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Aria Guna, serta perwakilan kelompok tani dan pengurus GNTI dari berbagai daerah.