KPK Sebut Periksa 20 Perusahaan Forwarder, Pengamat Soroti Progres Penyidikan

Ilustrasi hukum
Sumber :
  • AI

“Dalam konteks itulah publik mulai menanti langkah berikutnya dari penyidik,” tegas Gautama.

img_title Begal Taksi Online di Pamulang Ditangkap di Rangkasbitung, Polisi Sita Mobil Calya hingga Pisau

Menurutnya, perhatian publik saat ini tidak semata tertuju pada kemungkinan munculnya tersangka baru, tetapi juga pada kejelasan arah dan kecepatan pengembangan perkara. Dalam kasus yang melibatkan dugaan jaringan bisnis, faktor waktu dinilai menjadi aspek penting dalam proses penegakan hukum.

“Semakin lama suatu perkara menggantung tanpa kejelasan, semakin besar risiko hilangnya jejak transaksi, berpindahnya aset, berubahnya pola komunikasi, hingga hilangnya alat bukti yang relevan,” ujarnya.

img_title Sufmi Dasco Ultah ke-59, Kamir: Semoga Selalu Diberi Kejernihan saat Ambil Setiap Keputusan

Karena itu, Gautama menilai munculnya informasi mengenai pemeriksaan lebih dari 20 forwarder beberapa bulan setelah OTT memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai progres penyidikan.

Di sisi lain, ia mengakui KPK perlu memastikan setiap langkah hukum, termasuk penetapan tersangka, didasarkan pada alat bukti yang memadai. Namun, publik juga dinilai membutuhkan kepastian mengenai arah penanganan perkara.

img_title Pakar Minta KPK Transparan Sampaikan ke Publik Perkembangan Kasus CSR BI

“Sebagian publik mulai bertanya apakah perkara ini memang sedang dikembangkan secara bertahap atau justru berhenti pada lingkaran yang dianggap paling mudah dibuktikan. Pertanyaan itu tentu tidak dapat dijawab oleh opini. Jawabannya hanya bisa diberikan oleh proses hukum itu sendiri,” terangnya.

Gautama menambahkan, dalam perkara dengan perhatian publik yang tinggi, keterbukaan informasi yang proporsional menjadi penting untuk menjaga kepercayaan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Jika perusahaan-perusahaan lain masih berstatus saksi, jelaskan. Jika alat bukti belum cukup, sampaikan secara terbuka. Jika memang ada pengembangan perkara yang sedang berjalan, berikan gambaran yang proporsional tanpa mengganggu substansi penyidikan,” katanya.

“Karena ketidakpastian yang terlalu lama tidak hanya berdampak pada para pihak yang diperiksa. Ketidakpastian juga berdampak pada kepercayaan terhadap proses penegakan hukum itu sendiri,” sambung Gautama.

Ia menegaskan bahwa perkara dugaan suap impor di lingkungan DJBC masih terus berproses. Persidangan masih berlangsung dan berbagai keterangan saksi masih berkembang. Menurutnya, penyidik masih memiliki kesempatan untuk mengungkap secara menyeluruh fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Pertanyaannya kini sederhana, apakah pemeriksaan terhadap lebih dari 20 forwarder akan menjadi pintu masuk menuju pembongkaran jaringan yang lebih luas?” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title