Reshuffle Kabinet Prabowo Masih Akan Berlanjut? Begini Analisa Pengamat

Arif Nurul Imam
Sumber :
  • Dok. Pribadi

VIVA JakartaPresiden Prabowo Subianto, tercatat dua kali melakukan reshuffle kabinet di Kabinet Merah Putih 2024-2029. Pertama kali dilakukan pada September 2025. Lalu, pergantian juga digelar pada September 2026 kemarin meskipun hanya Menteri Keuangan, di mana Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dan digantikan oleh Suahasil Nazara. 

img_title Wacana PT 5 Persen, GKSR Ingatkan Putusan MK dan Jelaskan Alasan PT Cukup 1 Persen

Muncul pertanyaan, apakah reshuffle kabinet ini masih akan dilakukan setelah Menteri Keuangan beberapa saat lalu? Dalam wawancara dengan sejumlah petinggi media, Presiden Prabowo tidak menutup kemungkinan reshuffle itu dilakukan Kembali. Evaluasi terhadap kinerja tim kabinet terus dilakukan.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia, Arif Nurul Imam, meyakini bahwa reshuffle masih akan dilakukan oleh Presiden Prabowo.

img_title Saweran TikTok Purbaya Jadi Sorotan, Pengamat Ingatkan Akuntabilitas Pejabat

"Akan sering dilakukan (reshuffle) mengingat kabinet ini kabinet yang gemuk sehingga evaluasi akan terus dilakukan," kata Arif kepada VIVA Jakarta, Sabtu 19 September 2026.

Prabowo lantik Suahasil Nazara sebagai Menkeu

Photo :
  • Tangkapan layar

img_title Diresmikan Presiden Prabowo Hari ini, DKI Tetapkan Tarif LRT Jakarta Rp8 Selama 8 Hari

Reshuffle kabinet, menurut Arif, tidak harus dilakukan dengan perombakan dalam jumlah besar. Seperti pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya ke Suahasil, menurutnya bisa terjadi pada menteri tertentu saja ke depannya.

"Oleh karena itu saya duga ini akan sering terjadi reshuffle meskipun hanya mengganti satu orang atau beberapa orang. Ini konsekuensi kabinet gemuk dan akomodasi politik dalam penyusunan cabinet," jelas Arif.

Pelantikan Menteri Hasil Reshuffle, dan Menteri-Wamen Haji dan Umrah

Photo :
  • Youtube/ tvOne

Evaluasi yang terus dilakukan terhadap para Menteri, seperti yang diakui Presiden Prabowo, menurutnya adalah evaluasi pada kinerja para menteri. Sejauh mana, lanjut Arif, mereka mampu menerjemahkan visi misi Presiden ke dalam program di kementerian yang dipimpin.

"Selain memang tentu ada faktor-faktor politis yang akan selalu dilihat oleh Presiden apakah seorang menteri dipertahankan atau terus diganti atau reshuffle," jelasnya.

Beda dari Partai dan Non Partai

Presiden dan Wapres bersama Kabinet Merah Putih

Photo :
  • VIVA

Di dalam Kabinet Merah Putih, para menteri dan wakil menteri berasal dari beragam latar belakang. Ada yang dari kalangan partai politik, dan ada juga yang tidak punya afiliasi atau bukan bagian dari partai politik tertentu.

Dalam kaitan menteri dari partai politik, menurut Arif tentu perlakuannya sedikit berbeda dalam konteks reshuffle kabinet. Akan ada perhitungan lagi bila memang menteri dari parpol tersebut dianggap kurang cakap.

Halaman Selanjutnya
img_title