Api Karhutla Dekati Permukiman, Manggala Agni Kemenhut Turun hingga Subuh

Satgas Manggala Agni Kemenhut turun memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang mendekati permukiman warga
Sumber :
  • Dok. Kemenhut RI

VIVA Jakarta – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman membuat petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) harus bersiaga hingga dini hari.

img_title BPSDM Kemendagri Dorong Penguatan Kapasitas Damkar untuk Pelayanan yang Cepat, Tepat, dan Aman

Bahkan, sejumlah petugas kembali turun ke lapangan setelah menyelesaikan pemadaman sebelumnya, meski waktu istirahat belum sempat mereka nikmati.

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutiko mengatakan, petugas Manggala Agni berupaya merespons setiap permintaan bantuan masyarakat, terutama ketika api berpotensi merembet ke kawasan permukiman.

img_title Bantuan Presiden untuk Karhutla Senilai Rp1,24 Triliun, Mendagri Minta Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

“Kadang-kadang kan sudah pulang dipanggil juga, apalagi ya kalau kebakaran itu sudah dekat-dekat pemukiman, kita dimintai bantuan, enggak mungkin kita diam saja,” ujar Yudo, kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).

Yudo menceritakan, ada kalanya petugas baru saja menyelesaikan pemadaman pada malam hari dan kembali ke tempat istirahat. Namun, kedatangan warga yang meminta pertolongan membuat mereka harus kembali ke lokasi kebakaran untuk mencegah api meluas.

img_title TNI, Polri, BNPB, dan BMKG Berjibaku Padamkan Karhutla di Papua, Operasi Dilakukan Siang dan Malam

Dalam salah satu kejadian, petugas yang semula hendak beristirahat setelah pemadaman pada waktu magrib kembali bergerak hingga dini hari. Permintaan bantuan yang datang berulang kali membuat mereka melanjutkan upaya pemadaman sampai pagi.

“Pulang pemadaman magrib lalu didatengin warga, akhirnya apa? Mereka pergi, enggak jadi istirahat, pergi padam sampai jam 01.00 malam. Terus tahu-tahu ada yang datang lagi minta bantuan lagi, jadi mereka enggak jadi pulang lagi, padam lagi sampai jam 05.00 subuh, baru pulang,” katanya.

Catatan penanganan karhutla oleh Manggala Agni di Kota Palangka Raya pada 8–9 Oktober 2026 memperlihatkan aktivitas pemadaman yang berlangsung hingga dini hari. Sejumlah titik kebakaran ditangani petugas dalam rentang waktu yang berdekatan.

Pada Kamis (8/10), petugas melakukan pemadaman di Jalan Mahir Mahar, tepatnya di samping Green House, mulai pukul 19.20 hingga 19.56 WIB.

Pada malam yang sama, tim kembali bergerak menuju Jalan Talawang, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut. Pemadaman di lokasi tersebut dimulai pukul 22.28 WIB dan berlanjut hingga pukul 01.00 WIB pada Jumat dini hari.

Upaya penanganan kemudian berlanjut pada Jumat (9/10) di Kelurahan Sabaru, Jalan Mahir Mahar. Petugas mulai memadamkan api pada pukul 03.30 WIB dan menyelesaikan penanganan pada pukul 05.34 WIB.

Halaman Selanjutnya
img_title