Terima Policy Brief Mahasiswa Monash, Ibas Dorong Kebijakan Berbasis Riset
- Dok. Ist
Ibas turut menyoroti pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperluas partisipasi masyarakat. Teknologi dapat membantu menghimpun aspirasi dan mendukung analisis kebijakan, dengan tetap memperhatikan akurasi, etika, dan akuntabilitas.
Ia juga mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah dan lembaga negara merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, kritik akan lebih bermakna apabila disertai kajian, argumentasi yang kuat, serta tawaran solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Ibas menilai mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri memiliki peluang untuk membawa pulang pengetahuan, pengalaman, jejaring, dan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan nasional. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dinilai perlu diperkuat agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan.
“To lead is to listen. Seorang pemimpin harus mau mendengar. Di ruang akademik, kita perlu membuka diri terhadap perbedaan pendapat, mempertajam diskusi, dan mencari gagasan baru. Yang terpenting, bagaimana gagasan tersebut dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pertemuan tersebut, Ibas berharap hubungan antara dunia akademik dan lembaga negara semakin erat. Ia mendorong mahasiswa dan akademisi terus menghasilkan penelitian serta rekomendasi kebijakan yang relevan, terstruktur, dan berbasis bukti sehingga dapat berkontribusi dalam penyelesaian persoalan masyarakat dan pembangunan Indonesia.