Mudik Lebaran, Berangkat Pagi atau Malam? Simak Kelebihan dan Risikonya
- Istimewa/AI
VIVA Jakarta - Tradisi mudik selalu menjadi momen besar setiap menjelang Idul Fitri di Indonesia. Jutaan orang melakukan ritual perjalanan dari kota-kota besar menuju kampung halaman.
Waktu keberangkatan menuju kampung halaman jadi salah satu faktor penting yang menentukan kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Banyak pemudik kerap bingung memilih waktu terbaik untuk berangkat: pagi hari atau malam hari. Mengutip dari berbagai literasi, Senin, (16/3/2026), baik pagi hari atau malam hari punya kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai perjalanan jauh ke kampung halaman.
Keuntungan Berangkat Pagi Hari
Berangkat pada pagi hari sering dianggap sebagai pilihan paling aman, terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
Salah satu alasannya adalah kondisi tubuh yang masih segar setelah beristirahat semalaman. Hal ini dapat membantu pengemudi lebih fokus selama perjalanan.
Selain itu, visibilitas jalan pada pagi hingga siang hari jauh lebih baik dibandingkan malam. Risiko kecelakaan akibat jarak pandang terbatas juga cenderung lebih kecil.
Keuntungan lain adalah kemudahan menemukan fasilitas umum seperti SPBU, tempat makan, hingga bengkel yang biasanya beroperasi penuh pada siang hari.
Namun, berangkat pagi juga memiliki tantangan tersendiri. Volume kendaraan biasanya mulai meningkat sejak pagi hingga siang hari. Hal itu terutama di jalur utama mudik seperti Jalan Tol Trans-Jawa yang sering menjadi jalur favorit pemudik.
Kelebihan Berangkat Malam Hari
Sebagian pemudik memilih berangkat malam karena lalu lintas biasanya lebih lengang dibandingkan siang hari. Perjalanan pun bisa terasa lebih cepat karena minim kemacetan. Pun, kondisi pemudik pada malam hari juga sudah tak berpuasa.
Udara yang lebih sejuk pada malam hari juga membuat mesin kendaraan tidak bekerja terlalu berat, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.
Namun, perjalanan malam memiliki risiko tersendiri. Faktor kelelahan dan kantuk menjadi penyebab utama kecelakaan saat berkendara jarak jauh.
Selain itu, jarak pandang pengemudi lebih terbatas, terutama di jalur yang minim penerangan atau ketika kondisi cuaca kurang baik.
Karena itu, pengemudi yang memilih perjalanan malam sangat disarankan untuk memastikan kondisi fisik benar-benar prima dan beristirahat secara berkala.