Bocah Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Politikus Demokrat: Negara Hadir Setelah Publik Marah

Politikus Partai Demokrat Didi Irawadi.
Sumber :
  • Istimewa/Dok. Didi Irawadi

Lebih lanjut, Didi bilang penyakit cacingan dan Tuberkulosis (TBC) terkait erat dengan kemiskinan multidimensi. Kondisi itu biasanya dipicu sanitasi buruk, gizi rendah, dan lingkungan kumuh.

5 Kasus Intoleransi Meledak di 2025, Tokoh Lintas Iman Desak Negara Hadir Lindungi Warga

"Padahal, pemerintah memiliki program dana desa, posyandu, hingga pemberantasan TBC nasional. Namun semua itu gagal menyentuh yang paling rentan," tutur politikus yang juga lawyer itu.

Didi juga heran dengan keberadaan BPJS Kesehatan yang digadang sebagai jaring pengaman justru diskriminatif. Ia mengatakan demikian karena BPJS Kesehatan mensyaratkan dokumen formal yang sering tak dimiliki rakyat miskin.

Nasdem Ambil Langkah Tegas: Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach

"Kelemahan layanan kesehatan primer juga telanjang. Posyandu gagal mendeteksi dini, puskesmas tidak hadir proaktif. Obat cacing massal, edukasi sanitasi, hingga pemantauan gizi seolah hanya retorika di atas kertas," sebut Didi.

Kemudian, ia mengkritisi lemahnya koordinasi lintas sektor terkait kasus Raya. Didi menyindir dinas kesehatan, sosial, kependudukan, dan pemerintah desa seperti seolah berjalan sendiri-sendiri.

Transjakarta Terapkan Tarif Rp1 pada 31 Agustus-7 September 2025

 "Tragedi ini adalah tamparan keras bagi pemerintah. Kemiskinan tidak boleh lagi jadi retorika politik belaka," ujarnya.

Pun, ia mengingatkan negara mesti proaktif dalam menjemput bola terkait persoalan rakyat miskin.

Halaman Selanjutnya
img_title