KAI dan BRIN Perkuat Riset Automatic Train Protection, Roadmap Disiapkan hingga Kuartal II-2027

PT KAI menandatangani Nota Kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Sumber :
  • KAI

Tim tersebut akan menyusun konsep adopsi ATP, kebutuhan fungsional, roadmap implementasi, kerangka kerja konsultan, kajian keberagaman sarana dan prasarana, analisis kesenjangan, serta rekomendasi teknologi.

img_title Kerja Nyata BPMA: Tiga PKS Sumur Minyak Masyarakat Aceh Resmi Ditandatangani

Tahap kedua direncanakan pada Triwulan IV 2026 dengan fokus pada perencanaan Proof of Product, penyusunan kriteria desain, kebutuhan teknis, operasional, dan keselamatan, serta pelaksanaan market sounding kepada penyedia teknologi.

Tahap ketiga berlangsung mulai Triwulan IV 2026 hingga selambatnya Triwulan II 2027. Tahapan ini mencakup validasi teknologi ATP melalui uji lapangan, penilaian dan evaluasi, serta safety assessment terhadap aspek operasional dan produk ATP pada sarana maupun prasarana.

img_title Transformasi Riset Akademik Menjadi Aset Ekonomi, Perkuat Sentra Kekayaan Intelektual

Kajian yang disiapkan mencakup teknologi ATP berbasis perangkat onboard, balise atau transponder pada jalur, dan integrasi dengan sistem persinyalan.

KAI juga mengeksplorasi alternatif teknologi berbasis satelit dan komunikasi nirkabel yang masih memerlukan kajian regulasi serta kesiapan jaringan komunikasi khusus perkeretaapian untuk mendukung fungsi keselamatan.

img_title KAI Tutup 172 Perlintasan Sebidang, Percepat Peningkatan Keselamatan di 190 Titik dan Tindaklanjuti Rekomendasi KNKT

Ruang lingkup kolaborasi turut mencakup riset dan eksplorasi teknologi, kajian kesiapan integrasi ATP pada sarana, penyusunan dokumen teknis, pembaruan kerja sama KAI dan BRIN, serta penyusunan rekomendasi implementasi bersama regulator, lembaga riset, konsultan, produsen sarana, dan penyedia teknologi.

“Bagi KAI, keberhasilan kolaborasi ini akan diukur dari kemampuan riset menghasilkan keputusan teknologi yang tepat, dapat diintegrasikan dengan sistem perkeretaapian nasional, memenuhi persyaratan keselamatan, dan dapat dikelola secara berkelanjutan,” ujar I Gede.

“Arah akhirnya adalah membangun ekosistem inovasi perkeretaapian Indonesia yang semakin mandiri, adaptif, serta mampu mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan dalam jangka panjang,” tutup I Gede.