Ekonomi Jakarta Tetap Kuat! Pendapatan APBD Capai Rp29,29 Triliun, Investasi Ikut Melonjak
- Dok. Pemprov DKI
VIVA Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membukukan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terus bergerak positif hingga pertengahan 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp29,29 triliun.
Pemprov DKI pun mempercepat belanja agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat.
Data hingga 30 Juni 2026 menunjukkan pendapatan daerah terealisasi Rp29,29 triliun atau 41 persen dari target Rp71,45 triliun. Sementara itu, belanja daerah mencapai Rp24,73 triliun atau 33,30 persen dari pagu Rp74,28 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan APBD harus menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan di Ibu Kota.
"Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” kata Pramono dikutip dari keterangan resmi Pemprov DKI, Kamis, 23 Juli 2026.
Belanja Dipercepat
Selain pendapatan dan belanja, penerimaan pembiayaan daerah juga menunjukkan perkembangan positif.
Hingga akhir Semester I 2026, penerimaan pembiayaan telah mencapai Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target yang ditetapkan. Sementara pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp574,9 miliar atau 8,17 persen dari pagu.
Pemprov DKI juga mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan. Hingga akhir Triwulan II, sebanyak 118.161 paket pengadaan telah berhasil diselesaikan.
Sementara paket yang masih dalam proses terus dipantau agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal.
Kinerja APBD turut ditopang kondisi ekonomi Jakarta yang masih menunjukkan tren positif.
Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year/yoy), didorong konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, serta meningkatnya optimisme pelaku ekonomi.
Sektor perdagangan masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, disusul jasa keuangan dan industri pengolahan.
Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga tetap tinggi.
Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2026 tercatat berada di level 144,4, sedangkan penjualan riil meningkat 8,90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, penggunaan transportasi publik terus meningkat.
Selama Triwulan II 2026, jumlah penumpang angkutan umum mencapai 230,8 juta orang, atau tumbuh 9,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kata dia, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat. Maka itu, Pemprov DKI terus memperkuat konektivitas melalui transportasi publik.