AS Ubah Strategi Hadapi Iran, Pilih Tekanan Ekonomi Setelah Perundingan Terhenti
- IG Donald Trump
VIVA Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mengubah pendekatannya dalam menghadapi Iran. Setelah sebelumnya mengedepankan opsi aksi militer, Washington kini disebut memilih strategi tekanan ekonomi secara bertahap terhadap Teheran menyusul terhentinya pembicaraan antara kedua negara.
Menurut laporan CNN yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat, perubahan strategi tersebut telah disampaikan pemerintah AS kepada sejumlah sekutu politiknya. Washington disebut tidak lagi mengutamakan langkah serangan militer dalam waktu dekat, melainkan berupaya memberikan tekanan ekonomi yang semakin kuat terhadap Iran.
Strategi tersebut digambarkan sebagai upaya untuk secara bertahap “mencekik” perekonomian Iran. Pendekatan ini akan dilakukan melalui peningkatan tekanan ekonomi dan pemberlakuan kebijakan yang diharapkan dapat membatasi ruang gerak Teheran.
Perubahan sikap Washington muncul di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Iran. Trump juga menyatakan bahwa Washington tidak memiliki rencana untuk melanjutkan perundingan dengan Teheran dalam waktu dekat.
Sejalan dengan perubahan strategi tersebut, pemerintah Amerika Serikat disebut tengah menyiapkan paket sanksi baru terhadap Iran. Sanksi tambahan itu diperkirakan mulai diberlakukan pada pekan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran.
Selain sanksi ekonomi, blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran juga dilaporkan akan tetap dipertahankan. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dari strategi Washington untuk memberikan tekanan lebih besar terhadap aktivitas ekonomi dan perdagangan Iran.
Gedung Putih juga disebut menaruh perhatian terhadap perkembangan pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan pelayaran di kawasan Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu jalur penting bagi lalu lintas perdagangan dan energi dunia.
Washington dilaporkan khawatir kesepakatan antara Teheran dan Muscat mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz justru dapat memperkuat posisi Iran dalam mengendalikan akses di jalur perairan strategis tersebut.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat bahkan menilai Oman mulai menunjukkan sikap yang lebih dekat dengan Iran dalam proses perundingan. Penilaian tersebut berbeda dari posisi Oman yang selama ini dikenal berperan sebagai pihak yang membantu menjembatani komunikasi antara Iran dan negara-negara lain.