Batik Shanding: Energi yang Melampaui Keterbatasan

Batik Shanding, sebuah usaha sosial sekaligus sanggar produksi batik tulis dan batik ciprat inklusif asal Wonosobo.
Sumber :
  • PLN IP

Wonosobo, VIVA Jakarta – Di Gedung Pertemuan ‘Segar’ PLTA Garung, suasana tidak bising oleh gemuruh mesin pembangkit, melainkan oleh keheningan yang sarat daya cipta. Di sana, ketelitian dan kesabaran hidup menyatu dalam tiap goresan lilin malam.

img_title PT Pembangkit Listrik Nuklir Hadir di WETEX Dubai, PLTN Terapung Buatan RI dan Rosatom Diapresiasi

Sebuah bentangan kain batik bergelombang warna hangat—kuning, oranye, dan cokelat tanah—terpajang anggun sebagai latar belakang, memancarkan aura motif lanskap serta hiasan geometris yang berani. Di sisi kiri, rak bambu sederhana memamerkan ragam karya Batik Shanding dengan corak yang bercerita, dari lukisan pemandangan gunung, burung merak berbulu elok, hingga keindahan bunga-bunga yang mekar anggun.

Di sebelahnya, seorang perempuan berhijab biru dengan senyum hangat berdiri mendampingi. Ia adalah Nunung Sri Lestari (40), pendiri sekaligus pengelola Batik Shanding yang juga penyandang disabilitas. Nunung merupakan motor penggerak utama di balik sanggar produksi batik tulis dan batik ciprat inklusif asal Wonosobo yang berdiri sejak 2017 tersebut. Ia bersama para penggawa Batik Shanding menampilkan karyanya di sela acara Media Gathering PLN IP yang digelar di PLTA Garung itu.

img_title Bahlil Dorong B50 dan E20, Guru Besar Sebut Langkah Strategis Kurangi Impor BBM

Bagi Nunung, setiap helai kain bukan sekadar komoditas seni, melainkan manifestasi ketangguhan jiwa, membangun kemandirian, dan kemuliaan hati untuk membantu sesama penyandang disabilitas.

"Memang karyawan saya itu teman-teman disabilitas semua. Jadi, tujuannya untuk membuat mereka mandiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk mereka. Kecuali untuk yang lumpuh total, itu kan enggak bisa ya. Nah, biasanya kita kalau orderan banyak, itu kita berbagi untuk teman-teman seperti teman disabilitas lumpuh layu, yang sudah enggak bisa bangun dari tempat tidur," ujar Nunung saat mengisahkan usaha sosialnya lewat sambungan telepon.

img_title Pejuang Listrik di Pelosok Dijanjikan Promosi, SP PLN Tegaskan Power Wheeling Harus Dilawan

Owner Batik Shanding, Nunung Sri Lestari

Photo :
  • Arsip Foto Batik Shanding/instagram

Sinergi energi dan daya cipta itu jelas terpancar nyata di ruang tengah gedung. Di atas lantai beralas kain putih, seorang pemuda bertopi duduk tegap. Keterbatasan fisik tak sedikit pun menyurutkan dorongan karyanya. Dengan fokus mendalam, ia memegang canting menggunakan jemari kakinya, menorehkan cairan malam hitam secara presisi di atas kain mori putih.

“Yang membatik pakai kaki namanya Mas Firman. Dia sudah lama ikut Batik Shanding. Mas Firman ini juga seorang YouTuber, jadi dia turut membantu mempromosikan karya kami,” tutur Nunung.

Halaman Selanjutnya
img_title