Jadi Dewan Kehormatan PMI DKI, Diana Dewi Bakal Intensifkan Donor Darah
- Instagram @dianadewi.id
VIVA Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi bakal mengintensifkan aksi donor darah terutama di kalangan dunia usaha dan pekerja. Hal ini disampaikan Diana Dewi yang telah dilantik oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla sebagai Dewan Kehormatan PMI DKI Jakarta periode 2025-2030 di Balai Kota Jakarta, pada Rabu, 10 September 2025.
Diana dikenal peduli dan memiliki komitmen terhadap aksi sosial dan kemanusiaan. Menurut dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, dunia usaha dan dunia kerja selama ini masih jarang disentuh oleh kegiatan donor darah.
"Kita akan coba memobilisasi aksi donor darah secara periodik," kata Diana seperti dikutip dari Antara, Kamis, 11 September 2025.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla alias JK,
- Antara FOTO
Selain itu, penting juga dilakukan sosialisasi ke masyarakat, tidak hanya terkait pentingnya donor darah, tapi juga pola hidup dan makanan sehat. "Kalau seseorang hidup sehat, maka ketika mendonorkan darahnya pun akan sehat," ujarnya.
Diana menegaskan, donor darah adalah aksi kemanusiaan yang sangat mulia karena setetes darah yang disumbangkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain.
"Sebagai sesama anak bangsa, kita memiliki tanggung jawab untuk menolong sesama. Itu juga wujud syukur kita kepada Allah SWT atas kesehatan yang diberikan sehingga kita memiliki kesempatan berbagi kepada sesama," katanya.
Dia pun bersyukur karena pengukuhan Dewan Kehormatan dan Dewan Pengurus PMI DKI Jakarta periode 2025-2030 dapat berjalan lancar.
"Tentu saya akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan manfaat dan membantu sesama," kata Diana.
Dia menjelaskan, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI, jumlah kepengurusan dibatasi dan berbeda dengan asosiasi lainnya.
Dalam AD/ART disebutkan bahwa terdapat tujuh orang sebagai dewan kehormatan dan 17 lainnya menjadi dewan pengurus.
Sebagai lembaga yang menyediakan stok darah, tentu PMI mengemban tugas mulia sekaligus berat. "Salah satu tugas beratnya adalah menyiapkan stok darah yang kebutuhan per harinya bisa mencapai 1.000 hingga 1.200 kantong darah," tuturnya.
Menurut dia, besarnya kebutuhan darah terutama ditujukan untuk memenuhi suplai ke rumah sakit. Saat ini terdapat sekitar 200 rumah sakit, termasuk milik daerah dan vertikal di Jakarta yang membutuhkan darah.