Pengamat Ingatkan Proses Seleksi Bakal Calon Dekan UI Harus Bebas dari Intervensi

Universitas Indonesia
Sumber :
  • ui.ac.id

VIVA Jakarta – Universitas Indonesia (UI) mulai memasuki fase penting dalam pemilihan dekan untuk periode 2025–2029 di sejumlah fakultas strategis, seperti FMIPA, FK, FKM, Farmasi, Fasilkom, FISIP, Psikologi, dan Vokasi. Setelah lolos verifikasi administrasi, para bakal calon kini melanjutkan ke tahap asupan publikserta pemaparan visi dan misi.

img_title Puskapol UI Siap Memberi Endorse ke Partai Gelora untuk Masyarakat Pilih di Pemilu 2029 tapi Ada Syaratnya

Tahap asupan publik akan berlangsung hingga 13 November 2025. Pada fase ini, seluruh sivitas akademika UI serta masyarakat umum diberi ruang untuk memberikan masukan terhadap para calon dekan, demi memastikan proses berjalan transparan dan partisipatif.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, mengingatkan agar pemilihan dekan di UI tidak tercemar oleh kepentingan politik. Ia menegaskan, jabatan dekan merupakan amanah akademik, bukan panggung kekuasaan.

img_title Sufmi Dasco Ultah ke-59, Kamir: Semoga Selalu Diberi Kejernihan saat Ambil Setiap Keputusan

“Kampus ya harus bebas intervensi dan memang harus mencerminkan jiwa-jiwa akademik. Itu yang harus ditekankan,” ujar Trubus, Kamis (16/10/2025).

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah

Photo :
  • Tangkapan Layar Youtube

img_title PERADI Profesional Raih Rekor MURI Lewat PKPA dengan Peserta Terbanyak

Ia menyebut tidak wajar jika kampus negeri justru terseret politik aliran atau intrik kekuasaan pada level fakultas. 

“Kalau ada intervensi dan intrik tingkat sekelas kampus dan fakultas menurut saya aneh. Harusnya kan bagaimana dia bisa mengembangkan kampus ke depan dengan menjaga nilai-nilai yang dijunjung di kampus UI,” katanya.

Trubus menegaskan, UI harus tetap menjadi kawah candradimuka intelektual, bukan arena kepentingan praktis. 

“Kalau kampus ditarik ke politik praktis, yang rugi itu mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Universitas harus fokus menjadi benteng ilmu pengetahuan dan tempat melahirkan gagasan besar untuk bangsa,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan, jika seleksi dekan diwarnai intervensi, hal itu bisa memicu preseden buruk bagi kampus negeri lain.

“Kalau itu sampai terjadi, maka ujung-ujungnya akan menular ke mana-mana. Jadi acuan nanti kampus-kampus negeri lainnya, akhirnya kaya gitu semua,” tuturnya.

Sebagai penutup, Trubus mengajak seluruh pihak menjadikan momentum pemilihan dekan ini sebagai penguatan tradisi akademik UI. 

“UI harus menunjukkan teladan dalam menjaga integritas akademik, memilih pemimpin fakultas yang visioner, dan memastikan universitas tetap berdiri sebagai mercusuar ilmu pengetahuan,” pungkasnya.