Try Sutrisno Akan Dimakamkan di TMP Kalibata Siang Ini

Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno
Sumber :
  • BPMI Setpres

JakartaWakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pagi WIB. Jenazah Try Sutrisno akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

img_title Sudaryono jadi Kepala BGN Gantikan Nanik, Karena Sejak Awal Terlibat Susun MBG

Pihak keluarga mengungkapkan jenazah Try Sutrisno akan dibawa kekediaman lebih dulu sebelum dimakamkan di TMP Kalibata pada siang nanti.

"Insyaallah setelah tadi dimandikan, dikafankan, beliau akan dibawa ke kediaman di Jalan Purwakarta Nomor 6," ujar anak Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono di Jakarta, Senin.

img_title Gibran Ajak Mahasiswa ke Ende, Gorontalo, dan Papua, Akademisi Beri Apresiasi

"Bakda zuhur baru berangkat dari masjid," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, informasi meninggalnya Try Sutrisno juga dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

img_title Sebut JK Sebagai Mentor, Pakar Sebut Sikap Gibran Tunjukkan Kedewasaan Politik

Pras, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa pemerintah turut berduka cita atas wafatnya mantan orang nomor dua di Indonesia tersebut.

“Benar, kita berduka cita sangat mendalam,” ujar Pras saat dikonfirmasi.

Pras menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk memberikan perhatian terbaik sejak Try Sutrisno menjalani perawatan.

“Sudah meminta RSPAD dan Garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” katanya.

Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 06.58 WIB. Setelah proses administrasi dan penanganan awal, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia dikenal sebagai tokoh militer sekaligus negarawan yang memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian kepada negara.

Karier militernya dimulai setelah ia menempuh pendidikan di Akademi Militer Nasional. Dalam perjalanan dinasnya di tubuh Tentara Nasional Indonesia, Try Sutrisno pernah menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) hingga akhirnya dipercaya menjadi Panglima ABRI pada periode 1988–1993.

Puncak karier politiknya terjadi saat ia menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 pada periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto dalam Kabinet Pembangunan VI.

Selama menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno dikenal memiliki perhatian besar terhadap stabilitas nasional, pembangunan daerah, serta penguatan peran aparat negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban.