Perpusnas Luncurkan Relima, Aktivator dan Katalisator Gerakan Literasi

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz
Sumber :
  • Perpusnas

VIVA Jakarta – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) meluncurkan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) 2026 sebagai bagian dari penguatan Program Bahan Bacaan Bermutu. Kehadiran Relima diarahkan menjadi aktivator sekaligus katalisator gerakan literasi melalui berbagai aktivitas pendampingan dan pengembangan budaya baca di masyarakat.

img_title Bukan Sekadar Dilestarikan, Syair Perang Siak Diharapkan Hidup di Tengah Generasi Muda

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz mengatakan bahwa buku tidak memberikan manfaat apapun sampai dibaca dan menginspirasi pembacanya. 

"Di sinilah Relima hadir sebagai aktivator dan katalisator gerakan literasi," ungkapnya dalam Peluncuran Relawan Literasi Masyarakat (Relima) 2026: Kolaborasi untuk Gerakan Literasi Berdampak, yang diselenggarakan secara hibrida pada Senin, 18 Mei 2026.

img_title Penulis Cilik Putri Alya Sidik Rayakan HUT RI ke-81 dengan Literasi dan Membaca Bersama Teman Sekolahnya

Pada tahun 2026, dijelaskan, terdapat sebanyak 360 relawan, dengan rincian 154 orang relawan yang sudah terlibat pada program Relima pada tahun sebelumnya, dan 206 relawan baru yang dinyatakan lulus. Ke-360 Relima ini akan tersebar di 322 wilayah kerja penugasan Relima, tersebar di 251 kabupaten dan 71 kota.

Menurutnya, keputusan menambah jumlah relawan merupakan pilihan strategis di tengah pemotongan anggaran hingga 48 persen pada tahun 2026. Tahun sebelumnya, relawan tersebut berjumlah 180 orang, tahun ini menjadi 360 orang.

img_title Pustakawan Jadi Penjaga Memori Kolektif, Identitas, dan Pengetahuan Bangsa di Era Teknologi Digital

"Daripada buku-buku hanya menjadi koleksi tidak dimanfaatkan, maka harus dilakukan intervensi. Karena itu, akan bertambah jumlah pemanfaatannya karena kita memiliki 20.000 lokus yang mendapatkan bantuan bacaan bermutu. Sebab itulah keberadaan Relima merupakan sebuah keniscayaan untuk mengaktifkan keberadaan buku melalui berbagai aktivitas literasi di masyarakat," jelasnya.

Kepala Perpusnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Relima yang telah menunjukkan komitmen dalam gerakan literasi. "Kami sampaikan apresiasi kepada para Relima yang telah berkomitmen untuk bersama-sama membangun fondasi kebiasaan membaca sehingga timbul budaya baca di masyarakat," ungkapnya.

Ia menambahkan, Relima tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi bagian dari jejaring besar yang melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas perpustakaan daerah yang turut merekomendasikan para relawan.

"Anda semua tidak bekerja di ruang hampa tetapi bekerja dalam jejaring yang besar yang pertama jejaring itu adalah Dinas Perpustakaan, mitra lainnya seperti sekolah, masyarakat maupun pemerintahan," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Perpusnas juga meluncurkan aplikasi Sir5 atau Sistem Informasi Relima. Aplikasi ini berbasis web yang berfungsi sebagai sarana informasi, pelaporan, dan evaluasi kegiatan Relima.

Halaman Selanjutnya
img_title