Wapres Gibran Tanggapi Putusan MK Terkait Polemik Ijazah dengan Santai
- ANTARA FOT/ Fauzan
Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi terkait polemik ijazahnya. Putusan tersebut dibacakan pada Selasa (6/10/2026) malam WIB.
Gibran merespons dengan santai terkait hasil putusan tersebut. Ia mengatakan akan tetap menghormati seluruh tahapan dan proses yang sedang berlangsung.
"Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK," ujar Gibran di sela-sela kunjungan di INACRAFT 2026, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Putra sulung dari Presiden RI ke-7 Joko Widodo tersebut menegaskan dirinya akan tetap fokus bekerja dan menyukseskan seluruh program dari Presiden Prabowo Subianto.
"Yang paling penting sekarang saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan mensukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami," tegas Gibran.
Wapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Mahasiswa Kunker ke Daerah
- Antara
MK Tak Miliki Bukti Ijazah SMA Gibran
Adapun terkait putusan MK yang menyebut tak menemukan bukti meyakinkan terkait keberadaan ijazah SMA miliknya, Gibran menyebut bahwa dirinya dapat berkuliah di Singapura karena memiliki ijazah tersebut.
"Kalau saya nggak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura," ungkap Gibran.
Selanjutnya, mantan Wali Kota Solo itu pun mengatakan akan mem-follow-up hasil putusan MK terkait polemik ijazahnya.
Sebelumnya, sidang MK menyatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah setingkat SMA di luar negeri.
Meski begitu, MK tidak dapat mengabulkan tuntutan pemohon untuk mendiskualifikasi Gibran dari jabatan wapres karena tahapan pemilihan presiden dan wakil presiden telah selesai.
Sebagai informasi, Gibran pernah menempuh pendidikan di Orchid Park Secondary School Singapura sebelum melanjutkan ke level perguruan tinggi di Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan lulus pada 2007.
Kemudian Gibran melanjutkan studinya di program Insearch di University of Technology, Sydney, Australia dan lulus pada 2010.