DPW-DPC PPP Diminta Cari Figur Segar untuk Gantikan Mardiono di Pucuk Pimpinan
- Instagram Mardiono
"Ini kerjaan yang tidak menarik dengan waktu yang dekat muktamar yang mestinya menyatukan kader, beliau lakukan itu," lanjutnya.
"Parahnya tidak pernah merasa salah dan mendengarkan suara majelis, ditegur dikasih surat, tidak pernah mengakui, dikasih surat mahkamah partai pun malah dilawan dengan kuasa hukum dari luar," ujarnya.
Kemudian, ia menyoroti komunikasi buruk Mardiono selaku Plt Ketum dengan ormas pendiri PPP. Ia menuturkan mestinya Mardiono merangkul dan bisa menjalin sinergi dengan NU, Muhammadiyah, Parmusi, Perti, dan Syarikat Islam.
"Masa dalam satu periode sekalipun Plt tidak pernah sowan ke kantornya NU, Muhammadiyah, itu kan lucu. Padahal yang punya suara dan kader di sana," sebutnya.
Dia mengkritik latar belakang Mardiono yang tak memiliki konstituen yang kuat.
"Beliau ini kan bukan dari kyai, santri, ataupun ormas Islam, sehingga tidak dikenal kader dan konstituen, konstituen juga tidak tersentuh, sementara PPP basis suaranya di situ, sehingga terbukti PPP mati di parlemen," ujarnya.
Sebelumnya, Mardiono hadir dalam Muskerwil DPW PPP Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia mengaku tak punya ambisi. Tapi, jika memang dikehendaki ia akan memenuhi panggilan tersebut.