Formappi: DPR Pengecut, Tak Berani Hadapi Rakyatnya Sendiri

Peneliti Formappi, Lucius Karus
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA Jakarta –Kritik tajam kembali dialamatkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI usai aksi demonstrasi besar yang berlangsung pada Senin 25 Agustus 2025 dan Kamis 28 Agustus 2025. Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menilai DPR bersikap tidak bijak bahkan terkesan pengecut karena memilih bungkam di tengah gelombang protes.

Kritik DPR, Partai Ummat: Harus Lebih Bijak Bersikap dan Tak Menyakiti Rakyat

Menurut Lucius, selama empat hari massa mengepung kompleks parlemen, tak sekalipun DPR sebagai institusi tampil menjumpai rakyat atau sekadar memberi tanggapan resmi.

“Respons yang muncul justru adalah pernyataan konyol anggota DPR Sahroni yang mendukung aparat untuk menangkap pendemo yang anarkis dan di bawah umur,” ujar Lucius.

Jumat Pagi, Anggota Polisi Masih Jaga Ketat Mako Brimob Kwitang

Massa aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Photo :
  • ANTARA/Mario Sofia Nasution

Ia menegaskan, inti tuntutan massa jelas ditujukan kepada DPR karena berkaitan dengan tunjangan dewan yang dianggap terlalu tinggi.

Rantis Tabrak-Lindas Ojol hingga Tewas, 7 Anggota Brimob Diamankan Propam

“Alasannya karena tunjangan DPR dinilai terlalu tinggi sedangkan rakyat kebanyakan sedang kesulitan secara ekonomi. Tujuan aksi demonstrasi agar tunjangan-tunjangan tak masuk akal itu dibatalkan sekaligus mendorong DPR untuk lebih peduli pada rakyat,” tegasnya.

Lucius menyayangkan sikap DPR yang justru menghindar dari massa. Ia mengungkapkan, sejumlah rapat bahkan ditiadakan agar anggota dewan tidak perlu berhadapan langsung dengan rakyat.

Halaman Selanjutnya
img_title