Kaltim Bidik Pasar Dunia Lewat Proyek Fatty Amine Berbasis Sawit

Peluang investasi sektor hilirisasi industri di Kota Bontang, Kalimantan Timur
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Pemerintah Kota Bontang kembali membuka peluang besar bagi investor nasional maupun internasional melalui proyek hilirisasi industri berbasis kelapa sawit. Kali ini, sektor yang didorong adalah pengembangan industri Fatty Amine yang masuk dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO).

img_title Realisasi Belanja APBD Masih 54,39%, Pramono Minta Proyek DKI Dikebut Agar Tak Menumpuk di Akhir Tahun

Proyek bernilai sekitar Rp1,88 triliun tersebut diproyeksikan menjadi salah satu motor baru penguatan industri hilir di Kalimantan Timur sekaligus mempertegas posisi Bontang sebagai kawasan strategis industri modern berbasis sumber daya alam.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan proyek Fatty Amine menjadi peluang investasi strategis yang saat ini terus dipromosikan kepada investor.

img_title Kronologi Penyerangan Satpol PP di Kebayoran Baru, Berawal dari Penertiban Parkir Liar

Menurutnya, pengembangan industri tersebut diharapkan mampu memperluas rantai hilirisasi kelapa sawit. Selain itu, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan kimia industri.

“Fatty Amine sendiri merupakan produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai tambah tinggi dan banyak digunakan dalam berbagai industri consumer goods,” kata Aspian Nur dalam keterangannya dikutip pada Jumat, 15 Mei 2026.

img_title Menhut Segel Lokasi Karhutla di Kalbar, Aktivitas Tanam Sawit Dihentikan

Industri Fatty Amine direncanakan dibangun di kawasan Kaltim Industrial Estate Bontang yang dinilai memiliki keunggulan strategis karena dekat dengan pelabuhan, kawasan industri, serta didukung infrastruktur logistik dan energi.

Produk Fatty Amine sendiri memiliki penggunaan yang sangat luas. Hal itu mulai dari bahan baku pelembut pakaian, deterjen, produk pembersih rumah tangga, kosmetik, hingga kebutuhan industri kimia lainnya.

Peluang investasi sektor hilirisasi industri di Kota Bontang, Kalimantan Timur

Photo :
  • Istimewa

Permintaan pasar terhadap produk ini juga dinilai terus meningkat. Saat ini, kebutuhan Fatty Amine domestik masih banyak dipenuhi melalui impor sehingga peluang pengembangan industri dalam negeri dianggap sangat terbuka.

Di pasar global, permintaan Fatty Amine pada 2022 tercatat mencapai sekitar 1,7 juta ton. Angka itu diperkirakan terus tumbuh hingga 2029 dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 6,6 persen.

Selain prospek pasar yang besar, proyek ini juga menawarkan nilai finansial yang cukup menarik bagi investor. Berdasarkan data proyek, nilai Internal Rate of Return (IRR) mencapai 16,28 persen dengan Net Present Value (NPV) sekitar Rp743 miliar. Sementara periode pengembalian investasi diproyeksikan sekitar delapan tahun.

Halaman Selanjutnya
img_title