Program Cek Kesehatan Gratis Ungkap Jutaan Warga Alami Hipertensi dan Diabetes
- Info Publik
VIVA Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 mengungkap sejumlah persoalan kesehatan yang masih banyak dialami masyarakat Indonesia. Pemeriksaan tidak hanya menemukan tingginya kasus karies gigi, tetapi juga hipertensi, obesitas, diabetes, hingga gangguan kolesterol.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak mengabaikan hasil pemeriksaan CKG. Sebab, sejumlah penyakit tidak menular yang ditemukan melalui skrining dapat meningkatkan risiko penyakit serius apabila tidak segera dikendalikan.
Menurut Budi, hipertensi, diabetes, dan kolesterol memiliki keterkaitan dengan sejumlah penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.
"Di Indonesia kematian paling tinggi karena stroke, nomor dua serangan jantung, nomor tiga kanker, nomor empat ginjal. Nah, penyakit nomor 1, 2, dan 4 stroke, jantung, dan ginjal itu penyebabnya hipertensi, diabetes, dan kolesterol," kata Budi seperti dilansir laman Info Publik, Kamis 8 Oktober 2026.
Karies Jadi Temuan Terbanyak
Dari hasil pemeriksaan CKG, masalah kesehatan gigi menjadi salah satu temuan terbesar. Dari 53,9 juta peserta yang telah menjalani pemeriksaan, sebanyak 17.538.649 orang atau 32,5 persen diketahui mengalami karies gigi.
"Masalah CKG yang paling besar ternyata gigi. Padahal gigi ini bisa menjadi sumber segala macam penyakit," ujar Budi.
Tingginya persoalan kesehatan gigi tersebut juga dihadapkan pada keterbatasan tenaga medis. Saat ini masih terdapat kekurangan sekitar 2.700 dokter gigi yang bertugas di Puskesmas di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, perhatian pemerintah tidak berhenti pada persoalan gigi. Skrining CKG juga menemukan angka yang cukup besar pada kelompok penyakit tidak menular.
Jutaan Kasus Hipertensi Terdeteksi
Pada pemeriksaan terhadap 73,1 juta peserta, CKG menemukan 7,13 juta orang atau sekitar 9,7 persen mengalami hipertensi.
Selain itu, sebanyak 7,25 juta orang atau 9,9 persen masuk kategori pre-hipertensi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya masyarakat lebih memperhatikan tekanan darah dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Untuk diabetes, CKG menemukan 1,19 juta kasus atau sekitar 2,2 persen. Sementara itu, 2,49 juta peserta atau 4,5 persen berada dalam kondisi pre-diabetes.
Persoalan lain ditemukan pada kelompok peserta berusia di atas 40 tahun yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes. Dari kelompok tersebut, temuan dislipidemia atau kadar kolesterol tinggi mencapai 72,7 persen atau sebanyak 256.485 orang.