Ambisi Besar Prabowo di Medan Pertahanan

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Sumber :
  • Tangkapan layar

                   Ambisi Besar Prabowo di Medan Pertahanan

img_title Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran: Pendidikan Raih Sentimen Tertinggi, Hukum Terendah

                      Oleh: Marsma TNI (Purn.) Agung Sasongkojati

          Tim Juru Bicara Nasional Bidang Strategi Keamanan Nasional

img_title IPHI Gelar Istighosah untuk Indonesia di Momen HUT ke-75 Prabowo

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting bagi penguatan pertahanan dan kedaulatan Indonesia. 

Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang, mulai dari ketegangan di Laut China Selatan hingga pergeseran kekuatan di kawasan Teluk Persia, Indonesia dituntut perkuat kemampuan pertahanan nasional agar mampu melindungi kepentingan strategisnya.

img_title SMK Go Global: Jalan Emas atau Sekadar Janji?

Dalam konteks tersebut, modernisasi militer jadi salah satu agenda penting pemerintahan Prabowo-Gibran. Penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista), peningkatan kapasitas personel, serta pengembangan industri pertahanan dalam negeri menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang lebih modern dan mandiri.

Arah kebijakan pertahanan ini bertumpu pada upaya memenuhi kebutuhan kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF). Selain itu, meningkatkan kemampuan penangkalan atau deterrence agar Indonesia mampu menghadapi berbagai potensi ancaman.

Penguatan tersebut mencakup delapan aspek strategis, mulai dari modernisasi kekuatan udara dan laut, pengembangan kendaraan tempur darat, penataan struktur komando, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan integrasi operasi tiga matra TNI.

1. Pengadaan Jet Tempur Rafale untuk Supremasi Pertahanan Udara

Pengadaan jet tempur Dassault Rafale dari Prancis menjadi salah satu langkah strategis dalam modernisasi TNI Angkatan Udara. Pesawat tempur multirole generasi 4.5 ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari superioritas udara hingga serangan presisi terhadap sasaran strategis.

Kehadiran Rafale diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menjaga kedaulatan ruang udara, memperkuat daya tangkal, serta meningkatkan kesiapan menghadapi potensi ancaman di wilayah perbatasan.

Selain perkuat kemampuan operasional TNI AU, pengadaan pesawat tempur modern juga berpotensi meningkatkan posisi strategis Indonesia di kawasan. Namun, manfaatnya akan sangat bergantung pada kesiapan personel, ketersediaan persenjataan Begitupun kesiapan fasilitas pemeliharaan, dan dukungan logistik yang memadai.

Dengan dukungan itu, modernisasi kekuatan udara diharapkan tidak hanya menambah jumlah alutsista, tetapi juga meningkatkan kemampuan pertahanan udara secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title