Pentingnya Dukungan Industri Hulu dan Hilir Gas Demi Implementasi Asta Cita Prabowo
- Istimewa
Komaidi mnurutkan, peningkatan kapasitas produksi LPG domestik berpotensi dapat memperbaiki kondisi fiskal dan moneter. Berdasarkan data konsumsi LPG Indonesia meningkat dari 8,02 juta ton pada 2020 menjadi 8,90 juta ton pada 2024.
“Sementara kemampuan produksi LPG domestik stagnan pada kisaran 1,9 juta ton. Karena itu Indonesia harus mengimpor LPG sekitar 6,90 juta ton per tahun,” jelas Komaidi.
Kebutuhan anggaran subsidi LPG dalam kurun 5 tahun terakhir mencapai sekitar Rp 453 triliun. Realisasi anggaran subsidi LPG selama kurun waktu tersebut berkisar antara 40 % - 60 % dari total anggaran subsidi energi.
Kebutuhan devisa impor yang diperlukan untuk melakukan impor LPG mencapai sekitar Rp 64 triliun per tahun. Kebutuhan anggaran subsidi dan devisa impor LPG berpotensi menurun jika produksi LPG domestik dapat ditingkatkan.