Bukukan Kenaikan Pendapatan di Q1 2026, Fundamental MINE Dinilai Kian Solid

Ilustrasi wilayah tambang.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dinilai masih menunjukkan fundamental yang kuat di tengah dinamika pasar modal dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham-saham berbasis komoditas.

img_title Lippo Karawaci Cetak Pendapatan Rp3,61 Triliun di Semester I-2026, Laba Bersih Capai Rp385 Miliar

Kinerja kuartal I-2026 menunjukkan tidak hanya pertumbuhan operasional yang berkelanjutan, namun juga peningkatan likuiditas dan perbaikan struktur permodalan Perseroan.

Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan, menilai capaian kinerja di kuartal pertama tahun ini memberikan sejumlah sinyal positif yang menunjukkan semakin sehatnya profil keuangan MINE.

img_title Jakarta Jadi Tujuan Utama Investor, Investasi Semester I 2026 Tembus Rp173,6 Triliun

“Dalam kondisi pasar yang cenderung berfluktuasi, investor biasanya akan lebih fokus pada kualitas fundamental dibanding pergerakan harga saham jangka pendek. Dari laporan keuangan kuartal pertama 2026, terlihat bahwa MINE tidak hanya bertumbuh secara operasional, tetapi juga berhasil memperkuat struktur keuangannya,” ujar Alfred dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.

Sepanjang kuartal I 2026, MINE membukukan pendapatan sebesar Rp676,19 miliar atau meningkat 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp572,8 miliar. Sementara itu, laba usaha tercatat sebesar Rp87,98 miliar dan laba periode berjalan sebesar Rp61,95 miliar.

img_title Kementerian Kehutanan Dorong Investasi Swasta Lewat Perdagangan Karbon

Alfred menyebut, yang menarik bukan hanya pertumbuhan pendapatan, melainkan kualitas pertumbuhan tersebut yang tercermin dari kemampuan Perseroan menghasilkan kas dan memperbaiki struktur modal.

Salah satu indikatornya terlihat dari posisi kas dan setara kas yang meningkat menjadi Rp346,07 miliar pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp169,32 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ini memperkuat fleksibilitas keuangan Perseroan dalam mendukung kebutuhan operasional maupun pengelolaan kewajiban.

“Likuiditas yang kuat menjadi faktor penting, khususnya di sektor jasa pertambangan yang membutuhkan modal kerja dan belanja modal yang relatif besar. Peningkatan kas yang signifikan menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menjaga ketahanan keuangan,” jelasnya.

Dari sisi struktur permodalan, MINE juga mencatat perbaikan setelah melunasi pinjaman bank jangka pendek yang sebelumnya masih tercatat pada akhir 2025. Langkah tersebut turut mendorong penurunan debt-to-equity ratio (DER) menjadi sekitar 0,67 kali pada akhir Maret 2026, dibandingkan sekitar 0,87 kali pada akhir tahun lalu.

“Penurunan leverage menunjukkan ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis utang semakin terkendali. Struktur modal yang lebih sehat memberikan kemampuan yang lebih besar bagi perusahaan untuk menghadapi ketidakpastian pasar,” kata Alfred.

Halaman Selanjutnya
img_title