Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.950 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Sumber :
  • Antara

VIVA Jakarta – Nilai tukar rupiah bergerak menguat 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.950 per dolar AS pada Jumat pagi, 3 Juli 2026, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.995 per dolar AS. 

img_title Rupiah Melemah Lagi Senin Pagi, Pengamat Sebut Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ekonom Bank Permata, Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah dipengaruhi rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari ekspektasi.

“Penambahan Non-Farm Payrolls (NFP) hanya mencapai 57 ribu pada Juni 2026, turun dari 129 ribu pada bulan sebelumnya dan jauh di bawah konsensus pasar sebesar 113 ribu,” katanya seperti dikutip Antara, Jumat, 3 Juli 2026.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS, Pengamat Sebut Dampak Harapan Perdamaian Timur Tengah

Rupiah dan dolar AS

Photo :
  • Antara

Sementara itu, tingkat pengangguran dilaporkan turun tipis menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen, lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang sebesar 4,3 persen.

img_title Pelemahan Rupiah dan Harga BBM Naik, DPR Minta Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Pelaku pasar disebut lebih menitikberatkan pada lemahnya data NFP, sehingga mendorong mundurnya ekspektasi waktu kenaikan suku bunga The Fed dari September 2026 menjadi Oktober 2026.

Di sisi lain, ia mengatakan terdapat kekhawatiran investor terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia, setelah mencatat defisit neraca perdagangan bulanan pertama dalam enam tahun terakhir.

Sentimen negatif semakin diperkuat oleh proyeksi Fitch yang memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan turun menjadi setara 4,9 bulan pembayaran eksternal pada akhir 2026, lebih rendah dibandingkan median negara berperingkat BBB yang sebesar 5,0 bulan pembayaran eksternal.

“Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit transaksi berjalan serta menekan sentimen investor terhadap rupiah,” ujar dia Josua.