Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.138 per Dolar AS
- Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay
VIVA Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi, bergerak menguat 54 poin atau 0,29 persen menjadi Rp18.134 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.188 per dolar AS.
Menurut Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, penguatan rupiah dipengaruhi meredanya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah (Timteng).
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak dunia oleh meredanya geopolitik di Timteng dimana Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan penyerangan,” katanya di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Nilai tukar rupiah dan dolar AS
- Antara
Pemerintah Iran, seperti dikutip dari Anadolu, mengumumkan untuk mengakhiri serangannya terhadap Israel, tetapi dengan mengancam respons keras jika rezim Israel kembali menyerang Lebanon.
Sebagaimana pernyataannya yang disiarkan Kantor Berita Tasnim, angkatan bersenjata Republik Islam Iran mengatakan bahwa Israel dan para pendukungnya "seharusnya mendapat" pelajaran dari respons Teheran yang dilakukan "demi mendukung rakyat Lebanon yang ditindas”.
Namun, mereka memperingatkan bahwa jika agresi Israel berlanjut, khususnya di Lebanon selatan, maka "tindakan yang jauh lebih parah dan menghancurkan akan menanti”.
Surat kabar Israeli Hayom melaporkan bahwa Tel Aviv dan Washington menyampaikan pesan kepada Teheran bahwa tidak akan ada serangan lanjutan dari Israel jika Iran tidak melanjutkan serangan.
“Namun, penguatan akan terbatas mengingat sentimen domestik yang masih negatif. Sentimen yang telah memburuk menjadi krisis kepercayaan,” ungkap Lukman.