Jalan Ditutup Hampir 2 Bulan, 55 KK di Cempaka Putih Terisolasi

Jalan Taman Lagura, RT 01/RW 04, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang aksesnya tertutup, Rabu (2/8/2026).
Sumber :
  • ANTARA

VIVA Jakarta – Puluhan warga di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, mengeluhkan penutupan akses jalan permukiman yang sudah berjalan sekitar dua bulan terakhir. Akibat penutupan ini, mobilitas harian warga lumpuh dan mereka terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jauh lebih sempit.

img_title Mitigasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Jakut Semprot Jalan Yos Sudarso

Warga setempat, Jack (55), menjelaskan bahwa jalur yang kini ditutup itu merupakan fasilitas umum yang selama ini diandalkan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk menuju rumah ibadah.

"Yang ditutup tersebut adalah jalan umum warga, akses jalan tersebut sudah lama digunakan masyarakat sekitar," kata Jack dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

img_title Jakarta Catat 457 Kebakaran Sepanjang Juli-Agustus, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama

Ia menyebutkan, penutupan ini tidak hanya menyulitkan pejalan kaki, tetapi juga menghambat kendaraan warga serta satu unit ambulans yang berada di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat warga harus memutar lewat jalur lain yang ukurannya hanya cukup dilalui satu sepeda motor.

"Jalanan ada, tapi sangat sempit, hanya muat satu motor. Ini sangat merugikan warga sekitar," ujarnya.

img_title Permudah Distribusi Logistik dengan Bangun Warehouse, Sanwoo Tegaskan Komitmennya Untuk UMKM

Menanggapi aduan tersebut, warga telah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ditujukan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.

Di sisi lain, Lurah Cempaka Putih Timur Hening Nugrahani membenarkan adanya penutupan akses yang terjadi sejak akhir Juli lalu. Pihaknya mengaku telah turun langsung meninjau lokasi dan merapatkan persoalan ini dengan instansi terkait.

"Kalau yang menutup jalan itu katanya memiliki legalitas atas tanah tersebut. Penutupan jalan terjadi pada akhir Juli, yang sebelumnya akses jalan tersebut masih bisa dilewati masyarakat," kata Hening.

Hening menambahkan, pihak kelurahan saat ini masih intensif berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menemukan jalan tengah terbaik bagi warga yang terdampak.

Sebagai catatan, kasus sengketa atau penutupan akses jalan umum di Jakarta Pusat bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, polemik serupa juga sempat dikeluhkan warga di Jalan Indramayu, RT 01/RW 05, Menteng, yang mempersoalkan kemunculan tiang pancang portal di wilayah mereka.