Validasi Inovasi Daerah 2025, BSKDN Nilai Balangan Penuhi Kriteria Daerah dengan Ekosistem Inovasi Kuat
- Istimewa
VIVA Jakarta – Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menurut Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), memenuhi kriteria sebagai daerah dengan ekosistem inovasi Yang kuat dan terarah.
Itu dalam rangka validasi lapangan terhadap inovasi daerah Kabupaten Balangan, untuk penilaian Innovative Government Award (IGA) 2025.
Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menjelaskan kalau IGA 2025 ini jadi momentum penting bagi daerah untuk memperkuat daya saing melalui inovasi.
“Atas dasar capaian data yang meningkat setiap tahun, kami menambah tantangan bagi pemerintah daerah. Skor kategori sangat inovatif yang sebelumnya berada di rentang 60–100, kini dinaikkan menjadi 65–100,” ujar Yusharto.
Dengan IGA ini juga, lanjutnya, bisa sebagai dorongan bagi daerah untuk terus memperbaiki kualitas inovasi berkelanjutan mereka.
Dalam proses validasi, lanjutnya, pihaknya menggandeng Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Agar dapat memastikan kualitas dan akurasi data inovasi daerah. Dari total 36.374 inovasi yang dijaring hingga Agustus 2025, BSKDN memilih inovasi dan daerah dengan tingkat kematangan terbaik untuk divalidasi lebih lanjut.
“Hasil validasi menunjukkan bahwa data inovasi dari Kabupaten Balangan sejalan dengan hasil penilaian kedua perguruan tinggi tersebut. Artinya, tingkat kematangan inovasi di Balangan sudah sangat baik dan konsisten,” jelas Yusharto.
Apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan atas komitmen kuat mereka. Terutama kepemimpinan Bupati dan jajarannya, yang secara aktif hadir dan memaparkan hasil inovasi daerah dengan penguasaan yang mendalam di hadapan tim juri IGA 2025.
“Kami melihat sendiri semangat dan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Bupati Balangan beserta jajaran. Komitmen yang tinggi ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Hasil validasi dan quality control ini akan menjadi dasar BSKDN dalam pemeringkatan indeks inovasi daerah. BSKDN menilai bahwa Balangan telah menunjukkan contoh nyata daerah yang mampu mengelola inovasi secara terstruktur, baik dari sisi komitmen, manajemen sumber daya, maupun relevansi inovasi terhadap isu strategis daerah.
“Balangan ini salah satu contoh daerah yang berhasil membangun ekosistem inovasi yang kuat, berorientasi pada solusi, dan berkelanjutan. Kami berharap daerah lain dapat meneladani semangat dan komitmen yang ditunjukan Kabupaten Balangan,” pungkasnya.