Gaza Kembali Berdarah, Anak 4 Tahun Tewas dalam Serangan Brutal Israel di Tengah Gencatan Senjata
- Dok, UNRWA
VIVA Jakarta - Serangan Israel kembali dilaporkan menewaskan warga Palestina di Jalur Gaza. Sedikitnya tiga orang termasuk seorang anak berusia empat tahun, tewas dalam serangkaian serangan di wilayah Gaza tengah.
Dua warga Palestina tewas setelah serangan udara Israel menghantam Kota az-Zawayda, Gaza tengah, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Informasi tersebut disampaikan layanan penyelamatan pertahanan sipil Gaza.
Salah satu korban tewas diketahui bernama Muhammad Abdel Salam Taha, yang masih berusia empat tahun.
"Kedua korban tewas serta beberapa orang yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir el-Balah," demikian pernyataan pihak pertahanan sipil Gaza, menukil dari Aljazeera, Senin, 24 Agustus 2026.
Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga lainnya terluka. Bangunan yang jadi lokasi serangan dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga menyisakan tumpukan baja dan beton.
Seorang warga Palestina yang mengungsi dan berlindung di sekitar lokasi, Abu Ahmed, menggambarkan situasi yang masih dirasakan warga Gaza di tengah klaim adanya gencatan senjata.
"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa," kata Abu Ahmed, seorang warga Palestina pengungsi .
Abu Ahmed mengatakan warga Gaza hanya menginginkan kehidupan yang aman setelah terus berada dalam situasi perang dan serangan.
"Kami menginginkan solusi, kami ingin hidup damai," ujarnya.
Serangan Israel juga dilaporkan terjadi di lokasi lain di Gaza tengah. Satu warga Palestina tewas dalam serangan terhadap kamp pengungsi Nuseirat, yang berada di sebelah timur laut Deir el-Balah.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, turut melaporkan adanya serangan terpisah Israel di sekitar kamp pengungsi Maghazi, tepatnya di Jalan Salah al-Din, Gaza tengah.
Serangkaian serangan tersebut terjadi sehari setelah pesawat nirawak Israel menyasar keluarga al-Hasanat di Deir el-Balah.
Menurut laporan Ashraf Abu Amra dari Al Jazeera yang berada di lokasi, serangan drone tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan beberapa warga lainnya terluka.
Rangkaian serangan ini menambah panjang daftar korban warga Palestina di Gaza meski terdapat kesepakatan yang disebut sebagai gencatan senjata.
Warga Palestina Jadi Korban
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.286 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di seluruh Jalur Gaza sejak kesepakatan yang disebut sebagai "gencatan senjata" mulai berlaku pada Oktober.