Ketua HIPMI Sebut Danantara jadi Indikator Baru Respons Positif Pasar
- Dok Pribadi
VIVA Jakarta – Penguatan signifikan pasar terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sampai menembus level 8.400. Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), menilai situasi positif ini bukan saja karena sentimen jangka pendek. Melainkan juga didorong kebijakan strategis yang solid terutama lewat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD, Anthony Leong, menyebut kebijakan Danantara jadi salah satu indikator penting yang dibaca investor. Ini menjadi sinyal dalam penguata ekonomi jangka panjang.
Menurut Anthony, peran Danantara tidak hanya mengelola aset. Dia juga membangun persepsi pasar internasional terhadap kemampuan Indonesia menata fondasi investasi secara lebih modern dan terukur.
“Kita melihat bagaimana konsistensi Danantara dalam memperluas kerja sama investasi telah menciptakan keyakinan baru di kalangan investor. Respons positif pasar terhadap kebijakan mereka sangat terlihat dalam tren IHSG beberapa bulan terakhir,” kata Anthony.
Jelasnya, kapasitas institusional Indonesia mendapat pengakuan global. Apalagi lanjut dia, Danantara mengamankan hampir USD 40 miliar kesepakatan dengan mitra strategis. Baik itu Qatar, UEA, Arab Saudi, hingga CIC dan Jepang.
“Kapasitas untuk menghadirkan mitra global dalam skala sebesar itu adalah bukti kredibilitas. Investor membaca ini sebagai tanda bahwa Indonesia punya arah jelas dalam memproyeksikan pertumbuhan jangka panjang. Pak Presiden memiliki visi besar dan kuat dalam menata perekonomian Indonesia,” jelas Anthony.
Kabar bergabungnya Danantara dengan International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF), dinilai memperkuat reputasi Indonesia sebagai pengelola dana investasi negara yang kredibel dan dapat diandalkan.
Penguatan IHSG dalam 8 bulan terakhir, menurut Anthony, adalah refleksi kombinasi arus modal asing, meningkatnya pembentukan modal domestik, dan terjaganya stabilitas makro. Pasar kata dia, cenderung merespon kebijakan berbasis institusi yang jelas dan berorientasi jangka panjang, bukan sekadar pernyataan politik.
“Investor global dan domestik sekarang membaca Indonesia lewat data institusional, bukan melalui klaim jangka pendek. Danantara memberikan sinyal konsistensi itu. Awal saat launching Danantara IHSG kan ramge 5-6 ribuan,” tuturnya.