Bangun ASN Pembelajar, Kepala BSKDN Tekankan Lima Disiplin Learning Organization
- Istimewa
VIVA Jakarta – Membangun learning organization bagi ASN sangat penting, dalam rangka fondasi penguatan kinerja dan adaptasi organisasi. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri), Yusharto Huntoyungo.
Itu disampaikan Yusharto dalam sambutannya pada kegiatan Peningkatan Kapasitas ASN di Lingkungan BSKDN dengan tema “Membangun Learning Organization ASN melalui Teamwork Kolaboratif dan Kepemimpinan Transformatif” yang berlangsung di Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat, 6 Februari 2026.
Jelasnya, konsep learning organization tidak terlepas dari pemikiran Peter Senge dalam buku The Fifth Discipline. DI mana terdapat lima disiplin utama untuk menciptaka organisasi yang terus berkembang dan beradaptasi dalam menghadapi perubahan.
“Konsep learning organization menjadi sangat relevan bagi BSKDN sebagai organisasi kebijakan yang dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki kualitas kinerjanya. Fifth discipline dari Peter Senge bisa kita pelajari guna menjadikan organisasi untuk terus bertumbuh," jelas Yusharto.
Disiplin pertama adalah personal mastery. Yakni penguasan pada bidang tugas masing-masing ASN. Ini penting bagi ASN yang struktural dan fungsional, sebagai dasar terbentuknya organisasi pembelajar.
"Di setiap posisi ini, kita harus mastery menguasai bidang tugas dan ini menjadi salah satu prasyarat untuk kita bisa melakukan learning organization," ujarnya.
Disiplin kedua adalah mental model. Yakni selarasnya cara berpikir dengan visi misi organisasi. Ditegaskan Yusharto, tujuan individu dan organisasi harus menyatu, agar seluruh elemen memiliki komitmen yang sama dalam mencapai kinerja terbaik.
Ketiga, shared vision. Yusharto mengaku ini krusial. Di mana kesamaan visi dari pimpinan hingga pelaksana hanya dapat dibangun melalui komunikasi dan koordinasi yang konsisten agar tak ada perbedaan ketika kebijakan dijalankan.
Disiplin keempat adalah team learning. Kerja tim jadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran organisasi. ASN didorong untuk saling belajar, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama mencapai tujuan organisasi secara kolektif.
Kelima adalah system thinking. ASN diminta berpikir yang komprehensif, tidak terjebak hanya satu sudut pandang atau satu metode saja. Sehingga memungkinkan terjadinya penggabungan perspektif sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat.