Perang Memasuki Hari Kelima, Serangan Israel–Iran Terus Berlanjut dan Meluas ke Kawasan Teluk

Pasukan elite Iran IRGC lakukan serangan balasan ke AS-Israel.
Sumber :
  • Dok, WANA

VIVA JakartaKonflik bersenjata antara Israel dan Iran terus meningkat dan kini memasuki hari kelima. Serangan balasan Iran dengan rudal dan drone masih berlangsung, sementara Israel bersama Amerika Serikat terus melancarkan serangan ke sejumlah target strategis di wilayah Iran. Eskalasi ini tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga mulai menyeret negara-negara di kawasan Teluk, menandai meluasnya konflik regional.

img_title Trump Siapkan ‘D-Day Ekonomi’ untuk Iran, China Terancam Ikut Terseret Sanksi AS

Dilansir laman Al Jazeera, sirene serangan udara kembali meraung di berbagai wilayah Israel pada Rabu dini hari, 4 Maret 2026. Otoritas setempat menginstruksikan warga untuk segera berlindung di bunker setelah terdeteksi peluncuran rudal dari Iran. Sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut, memicu ledakan keras di langit akibat upaya intersepsi. Perintah evakuasi dan berlindung diberlakukan di sejumlah kota besar, termasuk Jerusalem dan Tel Aviv.

Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan belum menerima laporan korban jiwa dalam serangan terbaru ini. Namun, suasana tegang dirasakan di berbagai wilayah. Dari Ramallah, jurnalis Al Jazeera, Nida Ibrahim, melaporkan terdengarnya ledakan sangat keras yang diduga berasal dari proses pencegatan rudal di udara. Ia menyebut serangan kali ini tampak berupa salvo besar yang menyulitkan sistem pertahanan udara Israel.

img_title Gaza Kembali Berdarah, Anak 4 Tahun Tewas dalam Serangan Brutal Israel di Tengah Gencatan Senjata

Media Israel juga melaporkan adanya serpihan hasil intersepsi yang jatuh di wilayah Beit Shemesh, sebuah kota di barat Jerusalem. Dua hari sebelumnya, wilayah ini dilaporkan menjadi lokasi jatuhnya proyektil yang menewaskan sembilan warga Israel. Militer Israel pun mengonfirmasi bahwa beberapa jam sebelum serangan ini, Iran juga telah meluncurkan gelombang rudal lainnya.

Sementara itu, Iran terus menggencarkan serangan balasan tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke sejumlah target di kawasan Teluk. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan menyatakan konflik ini berpotensi berlangsung hingga satu bulan. Di tengah situasi tersebut, Arab Saudi mengonfirmasi berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal jelajah di atas wilayah Al-Kharj. Hal serupa disampaikan Kuwait, yang mengklaim telah menembak jatuh sejumlah target udara bermusuhan yang memasuki wilayah udaranya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Iran Ancam Balas Negara yang Ikut Tekanan AS, Selat Hormuz Masih Jadi Titik Panas