AMDATARA Tegaskan Komitmen Industri AMDK pada Keberlanjutan dan Ekonomi Sirkular

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria
Sumber :
  • Dok. Ist

VIVA Jakarta Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mempererat komunikasi strategis dengan pemerintah sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan industri air mineral di tengah situasi global yang semakin kompleks.

img_title Pameran Industri di JIExpo Dorong Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular

Penguatan kolaborasi ini juga diarahkan untuk menegaskan peran industri air minum dalam kemasan dalam mendorong prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan industri makanan dan minuman, khususnya air minum dalam kemasan (AMDK), merupakan sektor usaha yang menempatkan keberlanjutan sebagai perhatian utama.

img_title Strategi LPKR Bangun Ekonomi Sirkular: Ubah Sampah Jadi Sumber Daya

Karena itu, AMDATARA menegaskan komitmen industri untuk menjadi bagian dari solusi lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan penguatan industri hijau.

“Kami ingin memberikan jawaban yang konkrit bahwa industri ini merupakan leading untuk ekonomi sirkular dan keberlanjutan,” tegas Karyanto Wibowo saat halal bi halal dengan pemerintah di Jakarta, dikutip Jumat.

img_title Pemerintah Minta Publik Tak Cemas, Galon Guna Ulang Diawasi Ketat dan Aman Dikonsumsi

Ia menjelaskan, pelaku industri AMDK terus mengintegrasikan praktik-praktik berkelanjutan yang berdampak pada lingkungan. Langkah tersebut, menurut dia, dilakukan seiring dengan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

AMDATARA memandang kolaborasi yang erat dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar industri tetap tumbuh secara adaptif, sekaligus memperbesar kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia.

Selain itu, AMDATARA juga memperkuat komunikasi dengan DPR, khususnya Komisi VII, untuk merespons kritik publik terhadap industri AMDK yang kerap dipersepsikan sebagai industri ekstraktif. Karyanto berharap, komunikasi tersebut dapat membantu memperbaiki persepsi negatif terhadap industri air minum dalam kemasan.

“Sehingga kami bisa dipersepsikan sebaliknya, nggak selalu dibilang kurang memberikan kontribusi ke masyarakat atau ekonomi nasional. Artinya persepsi ini bisa terjawab,” kata Karyanto.

Terkait hal itu, Karyanto menegaskan AMDATARA ingin terus menjadi bagian dari ekosistem industri yang berkembang. Ia menilai industri makanan dan minuman harus tetap menjadi salah satu kontributor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi memang harus kita pastikan tahun ini industri makanan minuman, khususnya AMDK memberikan kontribusi signifikan sehingga ke depan Indonesia itu bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title