Dari Bali ke Dunia: ICEA dan ICCES 2026 Perkuat Transformasi Ekonomi Sirkular

Sekjend Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo,
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Indonesia for Circular Economy and Sustainability Transformation (ICEST) Institute kembali menggelar Indonesian Circular Economy Award (ICEA) dan International Conference on Circular Economy and Sustainability (ICCES) 2026. Ajang kali ini bertemakan 'Empowering Leadership, Creating Impact on Sustainable Future Through Circular Economy'.

img_title Pertamina NRE Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Percontohan Decentralized Waste Management

Dengan tema itu, ajang ICEA dan ICCES 2026 ingin memberdayakan kepemimpinan, menciptakan dampak pada Masa Depan yang Berkelanjutan Melalui Ekonomi Sirkuler.

Chairman ICEST Institute, Suharman Noerma menjelaskan gelaran konferensi internasional mengenai ekonomi sirkuler dan keberlanjutan sebagai pemberian penghargaan bagi pelaku ekonomi sirkular di Tanah Air. Selain itu, ajang tersebut juga sebagai tindak lanjut dari Deklarasi Bali 2025 yang dihasilkan pada penutupan ICCES perdana pada 18 November 2025 lalu.

img_title KAI Siapkan Transformasi Gambir Bertahap, Perkuat Akses KA Jarak Jauh dan Integrasi Transportasi Pusat Jakarta

"Deklarasi Bali memberi arti penting bagi penguatan pelaksanaan tata jalan ekonomi sirkular di Indonesia yang sejalan dengan komitmen para pihak terutama pihak dunia usaha dan regulator/pemerintah," kata Suharman.

"ISO 59000 merupakan kerangka kerja internasional dan memandu agar berbagai organisasi bertransisi dari ekonomi linier (habis pakai) menjadi ekonomi sirkular (pemanfaatan limbah tetap menjadi produk berguna)," lanjut Suharman.

img_title Pameran Industri di JIExpo Dorong Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular

Suharman menambahkan ICEA dan ICCES 2026 yang turut didukung oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Perindustrian dan kementerian lainnya sebagai Stakeholder Advisory Group (SAG) 

"Dia bilang ICEST Institute akan percepat proses transformasi linier menjadi sirkular model dalam proses bisnis dan percepatan pembangunan. "Serta mempertimbangkan azas-azas keberlanjutan sebagai model pembangunan ekonomi hijau terutama di Indonesia," lanjut Suharman.

Di forum itu, turut beri dukungan dan partisipasi pada gelaran launching antara lain Donny Purnomo selaku Sekjen BSN, Leonardo Teguh Sambodo dari Kementerian PPN/Bappenas serta Catherine Chevauche sebagai Chair ISO TC CE 323, Prancis. Dalam kesempatan itu, beberapa perusahaan juga diberi kesempatan menjelaskan praktik terbaiknya dalam sirkular ekonomi dalam dialog yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero), JOE Green Pte Ltd (Singapura) serta PT PLN (Persero).

Suharman menturkan keselarasan kebijakan yang terintegrasi dalam keseimbangan atau harmoni menjadi langkah penting agar eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) diminimalisir. Selain itu, proses industry diharapkan bisa memberikan dampak optimal bagi kemaslahatan umat manusia. Kondisi itu sejalan dengan komitmen pencapaian tujuan/target Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title