ADPIKI Dorong Sinergi dan Hilirisasi Riset Komunikasi di Era Digital

Simposium Nasional, Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Pusat ADPIKI
Sumber :
  • ADPIKI

VIVA Jakarta – Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI), mendorong peran ilmu komunikasi dalam rangka mendukung sinergi riset, hilirisasi inovasi, serta pembangunan nasional di tengah transformasi digital. 

img_title Tutup Akademi Keluarga 2026, Isyana Ajak Remaja Saling Merangkul

Ini mengemuka dalam Simposium Nasional, Deklarasi, dan Pelantikan Pengurus Pusat ADPIKI, yang digelar di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis 7 Mei 2026. Hadir Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria yang dipercaya sebagai keynote speaker dengan tema “Peran dan Tanggung Jawab Ilmu Komunikasi: Sinergi dan Hilirisasi Riset Kini dan Masa Depan”. 

Jelas Arif Satria, perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap komunikasi publik secara fundamental. Bahwa arus utama tak lagi jadi sumber informasi tunggal. Setiap individu sudah bisa memproduksi dan menyebar berita atau informasi lewat platform digital.

img_title BGN Bangun Marketplace Loka MBG, Harga Bahan Pangan Bakal Diatur

Saat ini, lanjut Arif Satria, pola komunikasi makin bergantung pada algoritma media sosial. Di mana mereka yang menjadi penentu arus informasi, menjadi preferensi publik, hingga pembentukan persepsi masyarakat. 

“Hari ini semua orang bisa menjadi sumber berita dan algoritma memiliki pengaruh besar dalam menentukan apa yang dilihat dan dipercaya publik. Akibatnya, komunikasi sering kali tidak lagi berorientasi pada substansi, tetapi mengejar viralitas,” jelas Arif Satria.

img_title Upbit Indonesia Perketat Standar Listing Kripto, Program Airdrop Segera Disiapkan

Komunikasi di era digital juga tidak sepenuhnya netral. Sebab digunakan untuk pembentukan opini, membangun trust individu hingga institusi. Sebab tantangan saat ini adalah membangun kredibilitas di tengah derasnya arus informasi dan persaingan narasi di ruang digital.

Menurut Arif, penguatan silaturahmi dan jejaring sosial yang sehat menjadi penting untuk menjaga kualitas komunikasi publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat. 

“Komunikasi pada akhirnya bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana membangun relasi sosial dan menghadirkan kredibilitas yang dipercaya masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan ADPIKI, Prof. Dr. Anter Venus, M.A. Comm mengatakan perkembangan era digital dan AI telah menciptakan fenomena banjir informasi. Maka tantangan baru muncul, dari misinformasi, disinformasi, hingga infodemi. 

Menurutnya, ilmu komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan penyebaran informasi yang akurat, berbasis ilmu pengetahuan, serta mampu membangun masyarakat yang kritis dan beretika di ruang digital. 

Halaman Selanjutnya
img_title