Kondisi Seperti Ini yang Bikin Anis Matta Yakin Partai Gelora Bisa Lolos Parlemen di Pemilu 2029
- Partai Gelora
VIVA Jakarta – Dengan 73 kader yang menjadi anggota dewan di DPRD saat ini, Ketua Umum Partai Gelora (Gelombang Rakyat), Anis Matta, optimis pada Pemilu 2029 partai yang dipimpinnya itu dapat lolos ke DPR RI. Kursi dewan di daerah bisa meningkat, dan bisa mendulang untuk DPR RI.
Keyakinan itu disampaikan Anis, dalam Bimtek Nasional ke-2 Partai Gelora yang dilaksanakan pada Sabtu kemarin 13 Juni 2026, di Jakarta.
“Kalau sekarang totalnya ada 73, mudah-mudahan nanti setiap daerah tidak hanya menambah kursi di DPRD, tetapi juga menjadi basis kita mendapatkan kursi di DPR. Insya Allah, anggota legislatif sekarang menjadi pendulang kursi DPR,” kata Anis Matta.
Dialog juga dilakukan Wakil Menteri Luar Negeri di Kabinet Merah Putih 2024-2029 itu, dengan perwakilan anggota DPRD dari Gelora. Seperti dari wilayah Sumatera, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Anggota dewan dari Gelora, bahkan ada yang masih sangat muda, berusia 22 tahun. Anis berdialog dengan anggota tersebut, yakni Eni Latifa. Eni adalah anggota DPRD Batang. Gelora juga mendapat kursi satu-satunya di tingkat provinsi yang ada di Papua. Yakni Simianus Wandikbo, yang merupakan anggota DPRD Papua Pegunungan.
Dalam Bimtek tersebut, Anis Matta menegaskan, bahwa anggota dewan Partai Gelora saat ini merupakan generasi pertama. Menurutnya mereka inilah yang akan menjadi fondasi pertumbuhan partai menuju Pemilu 2029.
“Seperti saya katakan, Partai Gelora adalah partai masa depan. Karena itu, saudara-saudara sekalian adalah pilar masa depan Partai Gelora,” tegas Anis.
Partai Gelora perlu membangun strategi sendiri dalam mengembangkan diri dan bisa bersaing secara politik. Dia melihat Iran, yang ternyata berkembang melejit dan dapat bertahan di tengah tekanan negara-negara besar. Walau sumber daya Iran juga terbatas.
Ia meminta kader Partai Gelora tidak meniru cara kerja partai-partai besar dalam menghadapi Pemilu 2029, tetapi menyiapkan strategi politik yang sesuai dengan karakter partai.
"Kalau Anda ingin mengalahkan partai besar dalam pemilu, tapi cara berpikir kita adalah cara berpikir partai besar, Anda tidak akan pernah menang. Karena Anda tidak akan bisa mengejar mereka dari sisi sumber daya," kata Anis Matta.