Suara Mahasiswa Dinilai Perlu Didengar, Demo Disebut Alarm bagi Pemerintah
- Dok. Ist
VIVA Jakarta – Gelombang aksi mahasiswa yang kembali muncul di berbagai daerah mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Kritik yang disampaikan mahasiswa dinilai sebagai bagian penting dari demokrasi sekaligus pengingat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menyatakan dukungannya terhadap gerakan mahasiswa yang belakangan turun ke jalan untuk mengkritik berbagai kebijakan nasional.
Anggota Komisi VII RI, Novita Hardi
- EMedia DPR RI
Menurut Novita, suara mahasiswa merupakan representasi aspirasi rakyat yang harus didengar dan dilindungi oleh seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang.
“Saya sangat mendukung gerakan-gerakan dari mahasiswa. Harusnya semua lapisan masyarakat mendukung dan melindungi suara-suara yang dilontarkan mahasiswa,” ujar Novita di sela kegiatannya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dikutip Jumat (19/6).
Sebagai legislator di Komisi VII DPR RI, Novita mendorong generasi muda untuk tetap kritis dan berani menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan bangsa. Namun, ia juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan sesuai koridor hukum yang berlaku.
“Maka saya sebagai anggota DPR RI mendorong anak-anak muda untuk tetap bersuara dengan cara yang baik dan tetap melakukan aksi demonstrasi dengan cara yang baik, karena mereka dilindungi undang-undang,” imbuhnya.
Novita menilai gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah lahir dari kepedulian masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat atau berpotensi memperlebar ketimpangan sosial.
“Dari semua aktivitas demo yang dilakukan masyarakat, saya rasa mereka berhak bersuara ketika melihat beberapa kebijakan dinilai tidak masuk akal atau dinilai membuka ruang-ruang ketimpangan sosial lainnya,” kata Novita.
Ia menekankan kritik yang datang dari mahasiswa maupun masyarakat seharusnya dipandang sebagai alarm bagi para pemangku kebijakan agar lebih cermat dalam mengambil keputusan. Menurutnya, setiap kebijakan publik harus mempertimbangkan banyak aspek serta dampak jangka panjang.
“Ini menjadi alarm kepada seluruh pemangku kebijakan untuk menimbang banyak sektor dan banyak sisi dalam pengambilan keputusan sebelum mengambil kebijakan tertentu,” jelasnya.