Muhammadiyah Dorong Pembenahan Menyeluruh MBG
- Muhammadiyah
VIVA Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, saat ini mendapat sorotan masyarakat. Bagi Muhammadiyah, program ini harus dilakukan pembenahan secara menyeluruh. Dengan begitu, program ini dapat berjalan sesuai tujuannya.
Muhammadiyah melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), berkomitmen menjadi mitra strategis pada program MBG ini. Komitmen yang dijalankan dengan mengedepankan amanah, profesionalisme, transparan, dan akuntabel.
MBG dinilai sebagai ikhtiar strategis dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Ini menjadi fondasi penting lahirnya generasi yang sehat, kuat dan cerdas, serta berdaya saing. Maka bagi Muhammadiyah, pengeloaan yang baik dan akuntabel menjadi kunci.
Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas dan berpengalaman dalam ikut menyukseskan program strategis ini. Jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sangat luas. Bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Partisipasi ini juga didasarkan pada penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin, menjelaskan kalau Muhammadiyah tidak melihat MBG sekedar penyedia makanan. Tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ditegaskan oleh Yamin, pemenuhan gizi menjadi prasyarat mutlak untuk melahirkan generasi kuat berdaya saing. Tanpa asupan gizi yang memadai, berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia akan menghadapi tantangan yang besar.
“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” jelas Yamin, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis 18 Juni 2026.
Sorotan tajam publik terhadap MBG, harus menjadi momentum berbenah total dan memperkuat sistem pengelolaan. Untuk itu, Muhammadiyah mendorong penguatan tata kelola, profesionalisme sumber daya manusia, serta sistem pengawasan yang berkelanjutan.
Tiga Pilar Utama Pengelolaan MBG
Dijelaskan oleh Yamin, setidaknya tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG Muhammadiyah. Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Kedua, tata kelola amanah dan professional. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan.