Keluar dari Menara Gading, Universitas Budi Luhur Dekati Gen Z dengan Cara yang Tak Biasa

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) Julian Bongsoikrama
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Universitas Budi Luhur menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan dunia pendidikan tinggi kepada masyarakat. Melalui partisipasinya dalam ajang BTV Semesta Berpesta Bogor 2026 di Stadion Pakansari, Minggu (14/6/2026), kampus tersebut memilih hadir lebih dekat dengan generasi muda.

img_title Kebakaran TNBTS Padam, Petugas Masih Lakukan Pendinginan dan Pemantauan

Konsep yang digaungkan melalui kegiatan interaktif yang menggabungkan edukasi dan hiburan.

Selain menampilkan penampilan Gema Luhur Choir yang mencuri perhatian pengunjung, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) juga menghadirkan booth interaktif Universitas Budi Luhur yang ramai dikunjungi sepanjang acara.

img_title Lelang Barang Rampasan Kejati Jambi Ludes Terjual, Ada Honda BR-V hingga Elpiji 3 Kg

Beragam aktivitas disiapkan untuk menarik minat pengunjung mulai dari permainan spinning wheel hingga mystery box. Konsep itu dirancang agar masyarakat, khususnya kalangan muda bisa mengenal lingkungan kampus dan berbagai program pendidikan dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Studi Global Universitas Budi Luhur, Lucky Nurhadiyanto, menjelaskan seluruh aktivitas di booth tersebut dirancang untuk menghadirkan nilai-nilai akademik secara lebih dekat dan mudah diterima masyarakat.

img_title Seskab Teddy Bilang 150 Ribu Orang Akan Diterima di Program Magang Nasional 2026

Menurutnya, kehadiran kampus di tengah festival musik dan budaya menjadi bagian dari upaya menghadirkan institusi Pendidikan. Dengan demikian, tak berjarak dengan masyarakat serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ubah Cara Kampus Berinteraksi

Strategi yang dijalankan YPBLC mendapat dukungan penuh dari Ketua YPBLC, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. Ia menilai dunia pendidikan perlu menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dengan karakter generasi saat ini.

Menurut Julian, kampus tak lagi cukup hanya dikenal melalui ruang kelas atau kegiatan akademik formal. Tapi, melainkan harus bisa hadir di ruang-ruang publik yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Dia bilang dunia pendidikan harus keluar dari menara gading. Melalui kehadiran booth interaktif dan performa luar biasa dari Gema Luhur Choir, YPBLC ingin menunjukkan bahwa proses belajar di Budi Luhur itu dinamis dan menyenangkan. 

"Kami ingin masyarakat mengenal nilai-nilai keluhuran kami dengan cara yang lebih dekat, hangat, dan relevan dengan gaya hidup masa kini," ujar Julian.

Jadi Model Komunikasi Baru

Melalui pendekatan jemput bola itu, YPBLC berharap makin banyak calon mahasiswa yang melihat Universitas Budi Luhur sebagai lingkungan belajar yang terbuka, suportif, dan dekat dengan kebutuhan generasi muda.

Halaman Selanjutnya
img_title